Tautan-tautan Akses

Para Menteri Keuangan Eropa Kembali Bertemu Bahas Opsi Penyelamatan Euro

  • Lisa Bryant

Para Menteri Keuangan negara-negara zona Euro dalam pertemuan dua hari di Brussels, Belgia (29/11).

Para Menteri Keuangan negara-negara zona Euro dalam pertemuan dua hari di Brussels, Belgia (29/11).

Para menteri keuangan dari 17 negara zona euro kembali mengadakan pertemuan hari Selasa dan Rabu untuk menyelamatkan mata uang bersama mereka, di tengah-tengah berita-berita krisis utang Eropa yang masih suram.

Pemerintah baru di Yunani dan Italia, dua negara dengan kondisi keuangan paling bermasalah di Eropa, belum cukup untuk meyakinkan pasar bahwa Uni Eropa mampu mengatasi utang asing dan krisis perbankannya. Tanda-tanda bahwa masih banyak keraguan adalah suku bunga obligasi Italia yang melonjak. Minggu lalu, badan-badan pemeringkat kredit menurunkan rating Belgia, Portugal dan Hungaria. Angka pinjaman di bank-bank Eropa juga menyusut.

Kini seraya para menkeu bertemu di Brussels hari Selasa dan Rabu, banyak gagasan dikemukakan untuk perubahan fiskal yang lebih radikal. Perancis dan Jerman ingin kesatuan fiskal yang lebih kuat diantara ke-17 negara pengguna euro, dengan komitmen anggaran yang lebih ketat oleh negara anggota. Gagasan itu dikemukakan menkeu Perancis, Francois Baroin, hari Selasa.

Berbicara di radio Perancis, Baroin mengatakan Uni Eropa harus punya dua tujuan – mengembalikan kepercayaan global dalam jangka pendek serta integrasi anggaran dan fiskal lebih kuat dalam jangka panjang.

Para menkeu Uni Eropa juga diperkirakan membahas pilihan lain – surat utang euro, intinya cara para anggota zona euro menjamin utang masing-masing. Tetapi Jerman, anggota Uni Eropa paling kuat, menolak gagasan itu. Berlin juga menentang usul lain – memperbesar kewenangan Bank Sentral Eropa dan menjadikannya pilihan terakhir sebagai pemberi kredit di Eropa.

Merebaknya krisis zona euro tahun ini diikuti meluasnya kecaman bahwa para pemimpin Eropa bergerak lambat dan takut-takut dalam mengatasinya. Bertemu dengan para pejabat tinggi Uni Eropa di Washington hari Senin, Presiden Amerika Barack Obama kembali mengungkapkan kekhawatiran masalah Eropa mungkin menjadi masalah Amerika.

Obama menyatakan, “Ini sangat penting bagi ekonomi kita jika ekonomi Eropa menyusut atau jika Eropa mengalami kesulitan. Lalu akan menjadi lebih sulit bagi kita untuk menciptakan lapangan kerja di Amerika karena kita mengekspor sangat banyak barang dan jasa ke Eropa. Eropa adalah rekan dagang yang sangat penting bagi kita.”

Ada spekulasi satu atau lebih anggota – mulai dari Yunani yang terjepit utang – akan meninggalkan zona euro dan menciptakan efek domino. Tetapi Karel Lannoo, pemimpin Pusat Kajian Kebijakan Eropa di Brussels, yakin zona euro akan berhasil melewati masa-masa sulit ini.

“Pada dasarnya, saya pikir tidak ada jalan mundur. Anda lihat beberapa studi yang mengkaji akibatnya jika zona euro runtuh. Semakin banyak Anda baca mengenai hal ini, makin Anda lihat bahwa hal tersebut tidak dapat dibayangkan,” kata Lannoo.

Isu tentang memperbesar dana talangan bagi Yunani dan dana talangan Uni Eropa juga menjadi agenda para menkeu. Tetapi fokus ada pada KTT Eropa tanggal 9 Desember seraya tekanan menguat terhadap para pemimpin untuk mengatasi krisis utang ini sebelum akhir tahun.

XS
SM
MD
LG