Jumat, 28 Agustus 2015 Waktu: 16:50

Ikuti Kami

Video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Sekolah Negeri Amerika Berlomba Tawarkan Kurikulum Multibahasai
X
Ariadne Budianto
27.08.2015
Program imersi bahasa di sekolah, yaitu membawakan kurikulum dalam dua bahasa secara bersamaan, tidak hanya trendi di negara-negara Asia dan Eropa tapi juga mulai populer di Amerika Serikat. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Ariadne Budianto.

Sekolah Negeri Amerika Berlomba Tawarkan Kurikulum Multibahasa

Program imersi bahasa di sekolah, yaitu membawakan kurikulum dalam dua bahasa secara bersamaan, tidak hanya trendi di negara-negara Asia dan Eropa tapi juga mulai populer di Amerika Serikat. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Ariadne Budianto.

Multimedia Lainnya

Tampilkan Sebelumnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Foto-foto yang diambil pada 30 Agustus 2005 (kiri) dan 29 Juli 2015 ini menunjukkan pusat kota New Orleans yang dibanjiri Badai Katrina dan daerah yang sama satu dekade kemudian. (AP/David J. Phillip)
  • Fotografer Carlos Barria memegang foto yang ia ambil tahun 2005 setelah serangan Badai Katrina, memasangkannya dengan lokasi yang sama 10 tahun kemudian, di New Orleans, Louisiana (16/8). ​(Reuters/Carlos Barria TPX)
  • Kepulauan Chandeleur, bagian paling timur negara bagian Louisiana, sebelum dan sesudah Badai Katrina. (USGS)
  • Gambar New Orleans yang diambil Badan Antariksa Nasional AS (NASA) sebelum (27 Agustus 2005) dan sesudah (30 Agustus 2015) Badai Katrina.
  • Puing-puing dari SMP Pass Christian sebelum (14 September 2005) dan sesudah dibersihkan (6 Desember 2005). Sekolah yang berada di Pass Christian, Mississippi itu hancur akibat Badai Katrina. (Mark Wolfe/FEMA)
  • Fotografer Carlos Barria memegang foto yang ia ambil tahun 2005 setelah serangan Badai Katrina, memasangkannya dengan lokasi yang sama 10 tahun kemudian, di New Orleans, Louisiana (18/8). ​Foto yang dipegangnya menunjukkan peti-peti jenazah dikeluarkan dari makam (10 September 2005) setelah Badai Katrina menghantam. (Reuters/Carlos Barria TPX)
  • Foto atas, diambil tahun 1998, adalah Motel Deep South di sebelah kiri dan gedung apartemen di sebelah kanan. Foto bawah diambil di lokasi yang sama pada 31 Agustus 2005, dua hari setelah Badai Katrina menghantam daratan.
  • Jembatan rel kereta api yang melintasi Pantai St. Louis, Mississippi, sebelum (8 Desember 2005) dan sesudah diperbaiki (9 Agustus 2006) setelah hancur akibat Badai Katrina. (Mark Wolfe/FEMA)
  • Kota New Orleans, sebelum dan sesudah Badai Katrina. (Grace Adams, Wikimedia)
  • Pantai Harrison County yang diseraki puing-puing sebanyak 25.230 meter kubik di Biloxi, Mississippi, 3 September 2005 (kiri) dan setelah dibersihkan 8 Agustus 2006 (kanan). (FEMA/Mark Wolfe)

Indonesia

Sentra Industri Mebel di Solo, Jawa Tengah (Foto: VOA/Yudha)

Bidik 28 Negara di Uni Eropa, Pemerintah Genjot Ekspor Produk Kayu Ber-SVLK

Ekspor kayu bersertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK terus meningkat dan diminati pasar dunia. Pemerintah bidik ekspor produk kayu ber-SVLK di 28 negara kawasan Uni Eropa. Selengkapnya

Baca Juga

Dunia

Seorang dari kelompok Roma, atau Gipsi, berargumen dengan polisi Perancis di tengah penggusuran kamp mereka di La Courneuve, pinggir kota Paris (27/8). (AP/Francois Mori)

Polisi Perancis Gusur Kamp Gipsi

Penggusuran dan penghancuran kamp itu memindahkan kelompok gipsi itu jauh dari sekolah, pekerjaan dan perawatan kesehatan mereka. Selengkapnya

Baca Juga

Amerika Serikat

Anggota pasukan Negara Islam (ISIS) di Raqqa, Suriah. (Foto: Dok)

Pria Asal Arizona Didakwa Bantu ISIS

Dokumen pengadilan mengatakan Gammal membantu seorang mahasiswa bepergian ke Suriah untuk latihan militer. Selengkapnya

Baca Juga

Iptek

Tentara paramiliter berjaga-jaga sementara sebuah truk menyeberang ke Pakistan dari India, di perbatasan Wagah. (Foto: Dok)

Laporan: Pakistan Dapat Jadi Kekuatan Nuklir Terbesar Ketiga Dunia

Pakistan kemungkinan memiliki sedikitnya 350 hulu ledak nuklir. Hanya Amerika Serikat dan Rusia yang memiliki lebih banyak. Selengkapnya

Baca Juga

Gaya Hidup

Seorang dari kelompok Roma, atau Gipsi, berargumen dengan polisi Perancis di tengah penggusuran kamp mereka di La Courneuve, pinggir kota Paris (27/8). (AP/Francois Mori)

Polisi Perancis Gusur Kamp Gipsi

Penggusuran dan penghancuran kamp itu memindahkan kelompok gipsi itu jauh dari sekolah, pekerjaan dan perawatan kesehatan mereka. Selengkapnya

Baca Juga

Ekonomi & Bisnis

Para investor melihat informasi saham di sebuah papan elektronik di tempat pialang saham di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China (25/8).

Kamar Dagang AS Desak China Tingkatkan Akses untuk Industri Jasa Asing

Keterampilan asing disebut-sebut dapat membantu mengembangkan bursa saham China yang rentan dan menghadapi bencana seperti ledakan kimia baru-baru ini di Tianjin. Selengkapnya

Baca Juga

Olahraga

Seorang juru kamera menabrak pelari Usain Bolt saat merayakan kemenangan dalam nomor lari 200 meter, pada Kejuaraan Atletik Dunia di Beijing Kamis (27/8).

Bolt Kembali Raih Emas Nomor 200 Meter di Beijing

Tidak diragukan lagi atlet Jamaika Usain Bolt adalah pelari tercepat di dunia, setelah meraih emas kedua dalam Kejuaraan Atletik Dunia di Beijing, Kamis (27/8). Selengkapnya

Baca Juga

Politik

President Sudan Selatan Salva Kiir (duduk) menandatangani perjanjian damai dengan pemberontak di ibukota Juba, hari Rabu (26/8).

Pemberontak Imbau Pemerintah Sudan Selatan Patuhi Perjanjian Damai

Pemberontak Sudan Selatan berharap perjanjian damai yang baru ditandatangani akan dipatuhi danmengakhiri perang saudara selama 20 bulan di negara itu. Selengkapnya

Baca Juga