Tautan-tautan Akses

AS

Trump Kembali Kecam Demokrat karena Tuntut Perlindungan DACA


Presiden Amerika Donald Trump di Gedung Putih, Selasa (16/1).

Presiden Amerika Donald Trump hari Selasa (16/1) kembali mengkritisi anggota Kongres dari faksi Demokrat dengan mengatakan tuntutan mereka bagi perlindungan imigran tanpa dokumen berusia muda dalam RUU Imigrasi yang akan mencegah penghentian operasi pemerintah pekan ini, bisa merugikan militer.

“Faksi Demokrat ingin menghentikan operasi pemerintah karena amnesti bagi seluruh keamanan perbatasan. Yang rugi adalah upaya kita untuk segera membangun kembali militer pada saat yang paling kita butuhkan dibanding sebelumnya. Kita membutuhkan sistem imigrasi berbasis merit dan kita membutuhkannya sekarang! Tidak ada lagi lotere yang berbahaya,” cuit Trump di Twitter.

Perundingan antara Kongres dan Gedung Putih tentang program DACA “Deferred Action for Childhood Arrivals” atau “Penangguhan Tindakan terhadap Anak-Anak Imigran Ilegal,” terkait pertemuan mendesak pekan ini tentang anggaran, sehingga pemerintah dapat terus beroperasi setelah hari Jum’at (18/1) saat berakhirnya tenggat otorisasi pengeluaran pemerintah.

Para pemimpin faksi Demokrat mengatakan mereka tampaknya akan menentang langkah yang tidak melindungi para imigran berusia muda yang dikenal sebagai “Dreamers”, yang jumlahnya mencapai hampir 800 ribu orang dan masuk ke Amerika lewat program DACA.

Hal ini memicu kemarahan Trump, yang sekali lagi mendesak lewat Twitter, agar RUU Anggaran bisa memenuhi permintaannya bagi keamanan perbatasan yang lebih ketat. “Kita harus memiliki keamanan di PERBATASAN SELATAN YANG SANGAT BERBAHAYA, dan kita harus memiliki TEMBOK yang sangat besar untuk membantu melindungi kita, dan membantu menghentikan arus masuk narkoba yang sangat besar ke negara kita,” cuit Trump. [em/al]

XS
SM
MD
LG