Tautan-tautan Akses

Sutradara Lebanon Ziad Doueiri Ditahan Sejenak Terkait Film Israel


Sutrada film Ziad Doueiri (kiri) mengacungkan jempolnya di sebelah ibunya Wafiqa saat ia berbicara kepada wartawan setelah dibebaskan pengadilan militer di Beirut, Lebanon, 11 September 2017.

Sutradara film Perancis kelahiran Lebanon yang terkenal, Ziad Doueiri,muncul di pengadilan militer Beirut pada hari Senin (11/9) untuk menghadapi pertanyaan tentang perannya dalam sebuah proyek film masa lalu di negara tetangga, Israel. Lebanon melarang warganya melakukan perjalanan ke Israel atau melakukan hubungan bisnis dengan orang-orang Israel karena kedua negara berada dalam keadaan perang.

Doueiri ditahan sebentar di bandara Rafic Hariri Beirut Minggu malam dan paspornya disita setelah tiba di Lebanon untuk mempromosikan film barunya yang mendapat pujian di Festival Film Venesia baru-baru ini. Setelah dibebaskan, pengacara Doueiri dilaporkan mengatakan kepada media yang berkumpul di luar pengadilan bahwa Doueiri telah dibebaskan setelah menjalani penyelidikan beberapa jam dan memperoleh kembali dokumen perjalanannya.

Yang menjadi pokok permasalahan adalah film sebelumnya, The Attack, yang dirilis pada tahun 2012. The Attack, tentang sebuah bom bunuh diri di kota Tel Aviv, Israel, difilmkan sebagian di Israel dan dilarang di Lebanon.

Sangat tersinggung

Dalam pernyataan kepada kantor berita Perancis sebelum hadir di pengadilan, Doueiri berkata, "Saya sangat tersinggung. Saya kembali ke Lebanon dengan hadiah dari Venesia. Polisi Lebanon telah memberi wewenang untuk menyiarkan film saya (The Insult). Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi."

Doueiri terbang dari Festival Film Venesia, di mana The Insult, film keempatnya, telah memenangkan penghargaan aktor terbaik Coppa Volpi untuk aktor Palestina Kamel El Basha. The Insult berlatar belakang Beirut dan berfokus pada eskalasi argumen kecil antara seorang pengungsi Palestina dan seorang Lebanon beragama Kristen.

Doueiri mendapat dukungan dari menteri kebudayaan Lebanon, Ghattas Khoury, setelah penahanan singkat tersebut. "Ziad Doueiri adalah seorang sutradara Lebanon yang hebat dan dihormati di seluruh dunia,"demikian isi pesan Tweeter Khoury, sebelum menambahkan, "Menghormati dan menghargainya dia adalah sebuah kewajiban."

Tapi Doueiri telah membuat marah banyak orang Lebanon saat film sebelumnya, The Attack, dirilis.

Pendekatan tak terduga

Menurut Ayman Mhanna, direktur SKeyes, LSM yang mendukung kebebasan berbicara di Lebanon, kehadiran Doueiri di pengadilan merupakan tanda pendekatan yang tidak jelas dalam pemerintahan mengenai keberadaan sutradara itu di Israel.

Meskipun Mhanna "tidak mempertanyakan" undang-undang yang melarang kunjungan warga Lebanon ke Israel, dia mengatakan kepada VOA bahwa Doueiri telah mengunjungi Lebanon berkali-kali tanpa masalah.

Tanggapan pemerintah "kacau" dan "tidak stabil," tambahnya, dengan satu badan mendukung Doueiri dan yang lainnya berusaha menahannya. Mhanna mencatat bahwa Kementerian Kebudayaan baru-baru ini mendukung film terbaru Doueiri, The Insult, untuk mewakili Lebanon dalam kategori film asing di Academy Awards tahun depan di Amerika Serikat.

Sementara itu, sidang warga sipil di pengadilan militer juga mendapat kecaman. Sebuah laporan oleh Human Rights Watch awal tahun ini menyoroti penggunaan pengadilan semacam itu untuk mengadili warga sipil yang terlibat dalam demonstrasi menentang cara pemerintah Lebanonmenangani krisis limbah negara itu.

Bassam Khawaja, dari Human Rights Watch, mengatakan kepada VOA, "Terlepas dari penahanan yang diajukan, Doueiri tidak boleh diadili di pengadilan militer. Sayangnya pengadilan militer masih digunakan di Lebanon untuk warga sipil dengan berbagai tuntutan, yang melanggar hak mereka untuk menjalani proses peradilan dan hukum internasional. Proses persidangan semacam ini sebagian besar dilakukan di balik pintu tertutup, dengan alasan yang terbatas untuk mengajukan banding, dan sulit untuk melihat bagaimana dia akan mendapatkan sidang yang adil di sana."

Sejarah panjang

Ada sejarah yang panjang soal Israel atau kolaborasi dengan Israel yang segera menuai kecaman keras di Lebanon, yang pertama kali diserang oleh tetangga di selatannya itu pada tahun 1978.

Pada bulan Mei, film box office global Wonder Woman dilarang tayang di bioskop Lebanon karena dibintangi oleh mantan tentara Israel, Gal Gadot. Bulan lalu, warga negara ganda Swedia-Lebanon Amanda Hanna dilucuti gelarnya sebagai Miss Lebanon Emigrant setelah panitia menemukan bahwa dia mengunjungi Israel dengan menggunakan paspor Swedianya pada tahun 2016.

Doueiri adalah salah satu sutradara Lebanon yang paling terkenal di generasinya. Dia pertama kali membuat namanya dikenal lewat filmperang saudara Lebanon West Beirut, yang dirilis pada tahun 1998.

Ia memulai karirnya sebagai asisten kamera pertama Quentin Tarantino ketika sutradara Amerika itu membuat film Reservoir Dogs, Pulp Fiction, dan Jackie Brown. [as]

XS
SM
MD
LG