Tautan-tautan Akses

Festival Film Venesia: Masih Jauh Menuju Kesetaraan Gender


Presiden dewan juri Festival Film Venesia, Annette Bening (foto: dok).

Sutradara wanita harus melawan seksisme industri film dengan membuat film yang menarik perhatian seluas mungkin, kata presiden dewan juri Festival Film Venesia, Annette Bening, Rabu, hari pertama festival film yang telah dikecam karena kurangnya suara wanita.

Pemeran film 'American Beauty', Bening, empat kali diunggulkan meraih piala Oscar, mengetuai juri yang akan memilih pemenang Golden Lion dari 21 film yang bersaing memperebutkan hadiah utama festival itu. Hanya satu film “Angels Wear White” karya sutradara perempuan, Vivian Qu.

Bening mengatakan “jalan yang panjang'' menuju kesetaraan tetapi segalanya berubah menjadi lebih baik.

Dia mengatakan kepada wartawan di festival bahwa `kita sebagai perempuan harus sangat cerdik dan kreatif terhadap apa yang kita pilih.''

Dia mengatakan, semua sutradara berjuang untuk membuat film dan 'tentu saja ada banyak seksisme.' '

"Saya pikir sebagai wanita, semakin kita bisa membuat film yang berbicara dengan semua orang, kita dianggap sebagai pembuat film," tambah Bening.

Direktur festival, Alberto Barbera telah mempertahankan pilihan festival tahun ini, dengan mengatakan bahwa industri tersebut tetap “sangat seksis'' dan tidak cukup banyak sutradara wanita.

Barbera mengatakan kepada kantor berita Associated Press, dia tidak menyukai gagasan untuk menetapkan kuota untuk film yang disutradarai wanita “karena tidak membantu mereka dan ini tidak membantu film.''

Ada beberapa sutradara wanita di luar persaingan festival film Venesia. Film “Nico, 1988, 'sebuah biopic dari mantan penyanyi Velvet Underground dibuat oleh sutradara Italia, Susanna Nicchiarelli. [ps/al]

XS
SM
MD
LG