Tautan-tautan Akses

Siapa Harus Anda Panggil? HateBusters!


“Bagaimana Menyukai Orang yang Berbeda dengan Anda” adalah buku tulisan Ed Chasteen, pendiri HateBusters, yang misinya adalah tidak untuk memerangi kebencian, tetapi mencegahnya. (VOA/R. Taylor)

Dr. Ed Chasteen dari Liberty, Missouri, tiba di “kantornya” – meja pertama di sebuah tempat makan lokal – pukul 6.30 pagi setiap hari dari Senin sampai Jumat.

“Istri saya tidak senang saya menemui orang di rumah,” katanya Chasteen yang duduk di restoran itu dengan dikelilingi tumpukan roti pancake dan kerta-kertas.

Chasteen adalah pendiri HateBusters, sebuah kelompok yang mengontak para korban kejahatan bermotif kebencian atau diskriminasi dalam radius 160 kilometer dari kotanya yang terletak di pinggiran Kansas City, Missouri.

“Kami membantu orang-orang yang menderita karena seseorang membenci mereka – membenci agama atau ras mereka, kami telpon mereka dan kami tanya apa yang mereka butuhkan, dan apapun yang mereka butuhkan kami akan lakukan,” katanya. Kelompoknya menggalang dana, pergi ke pengadilan, melakukan doa bersama, “apapun yang mereka katakan mereka butuhkan, kami melakukannya.”

Belum lama ini, Chasteen menanggapi berita mengenai seseorang yang menggedor-gedor pintu rumah pasutri campuran pada saat malam sudah larut, sambil berteriak, “Kami akan bunuh anak kalian dan juga kalian.”

“Kami pergi ke sana, dan mereka membutuhkan dukungan moral,” kata Chasteen.

Chasteen kemudian mengorganisasi acara komunitas di sekolah setempat untuk menunjukkan dukungan kepada keluarga itu dan menarik perhatian media lokal. Setelah itu, Chasteen mengatakan pelakunya berbicara dengan polisi dan keluarga itu, dan menyatakan bersedia pindah dari kota itu.

Menolak kebencian

Chasteen mendirikan HateBusters tahun 1988, meminjam nama film popular tahun 1984, “Ghostbusters.” Waktu itu ia adalah professor William Jewell Colege dan membentuk kelompok itu bersama beberapa mahasiswanya. Mantan pemimpin Ku Klux Klan, David Duke, baru saja terpilih sebagai anggota DPR mewakili negara bagian Louisiana.

Tetapi ia telah memiliki rasa anti-diskriminasi mendalam sejak lama sebelum itu. Ketika ia berumur 14 tahun, dibesarkan di Texas bagian timur, ia ingat khotbah yang disampaikan pendetanya agar orang mencintai semua orang dalam masyarakat.

“Jadi saya pikir, pagi ini orang-orang di Huntsville akan mencintai semua orang lain. Saya memikirkannya selama sekitar 30 detik.”

Selagi meninggalkan gereja, ia berpapasan dengan dua orang diaken yang mengatakan akan menghajar dengan tongkat bisbol kalau ada orang kulit hitam yang mencoba masuk ke gereja.

“Saya tidak akan pernah lupa apa yang mereka katakan,” kata Chasteen.

Ed Chasteen merekomendasikan roti pancake di Ginger Sue’s – restoran yang menjadi kantornya (VOA/E. Sarai)
Ed Chasteen merekomendasikan roti pancake di Ginger Sue’s – restoran yang menjadi kantornya (VOA/E. Sarai)

Kasih kepada sesama

Chasteen sangat yakin bahwa semua orang adalah baik sehingga tahun 1987, tidak lama sebelum ia mendirikan HateBusters, ia memutuskan untuk bergowes melintas Amerika, dari Disney World di Florida ke Disneyland di Kalifornia, tanpa bekal uang.

“Saya pikir kalau saya dapat melakukannya tanpa uang dengan minta segelas air, sepotong sandwich, tempat tidur untuk beristirahat, dan kalau orang memang baik seperti yang saya yakini, mereka akan mengatakan 'ya,' dan saya akan sampai ke tempat tujuan. Kalau mereka tidak sebaik yang saya yakini, saya tidak akan sampai tujuan. Apapun yang terjadi, saya akan memetik pelajaran,” katanya.

“Tetapi saya sampai ke tujuan – tidak pernah ada orang yang menolak permintaan saya. Lebih dari 500 orang yang saya minta, tidak satupun menjawab tidak.”

Diantara banyak alasan mengapa ia melakukan gowes lintas Amerika itu ada satu alasan pribadi – tidak lama sebelumnya ia disiagnosa mengidap multiple sclerosis (MS) dan diberitahu bahwa kalau ia melakukan kegiatan fisik atau badannya terlalu panas, ia akan menjadi invalid.

“Saya tidak dapat hidup seperti itu, jadi saya mulai naik sepeda,” katanya. “Karena itulah saya bersepeda melintas Amerika. Dan sekarang, semakin banyak bersepeda, badan terasa semakin nyaman.”

Pada usia 81 tahun dan sudah pensiun, Ed Chasteen masih bergowes setiap hari, menempuh jarak sampai 80 kilometer setiap hari Sabtu bersama kelompok bernama Greater Liberty Riders.

Gowes juga berperan dalam HateBusters. Karena mengidap MS, Chasteen sulit berjalan, jadi kegiatan-kegiatan kelompok itu dilakukan dengan bersepeda.

(Caption) Ed Chasteen bergowes paling tidak 80 kilometer seminggu sekali, sering untuk menemui korban kejahatan bermotif kebencian yang membutuhkan dukungan. (VOA/R. Taylor)
(Caption) Ed Chasteen bergowes paling tidak 80 kilometer seminggu sekali, sering untuk menemui korban kejahatan bermotif kebencian yang membutuhkan dukungan. (VOA/R. Taylor)

‘Cita-cita akan lestari’

Meskipun fokus HateBusters sekarang ini lokal, para aktivisnya telah berkunjung dan berbicara di berbagai tempat di seluruh Amerika, termasuk dalam konferensi mengenai kejahatan bermotif kebencian di Gedung Putih di bawah Presiden Bill Clinton tahun 1997.

Sejak itu, fokus kelompok ini dan perannya dalam masyarakat berubah-ubah.

“Sekarang ini jelas urgen,” kata Chasteen, mengutip statistik dari Southern Poverty Law Center yang mencatat kenaikan signifikan jumlah kelompok kebencian di Amerika selama satu tahun terakhir.

Meskipun Chasteen tidak mendukung Presiden Donald Trump, yang dirujuknya sebagai “penghuni” Gedung Putih sekarang ini, ia meyakini misi organisasinya, dan kebaikan orang pada umumnya, untuk mengatasi retorika kebencian dari sumber manapun.

“Apa yang kami lakukan adalah lebih besar dari satu orang yang manapun dan lebih besar dari satu cita-cita apapun,” katanya.

“Cita-cita ini akan lestari dalam hidup dan impian dan perbuatan banyak orang.” [ds]

XS
SM
MD
LG