Tautan-tautan Akses

Facebook akan Pekerjaan 3.000 Orang untuk Hentikan Video Kekerasan


ARSIP – Foto yang diambil tanggal 12 April 2016 menunjukkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, berbicara dalam pidato utama selama penyelenggaraan F8 Facebook Developer Conference di San Fransisco (foto: AP Photo/Eric Risberg, Arsip)

Facebook menyatakan akan mempekerjakan 3.000 orang lagi untuk mengulas video dan menghapus video yang melanggar syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi sosial media di situs miliknya.

Di tengah meningkatnya beberapa video di Facebook yang menggambarkan pembunuhan, tindakan bunuh diri, perkosaan, dan berbagai tindakan kekerasan lainnya, raksasa media sosial ini menyatakan akan mempekerjakan 3.000 orang lagi untuk mengulas video dan menghapus video yang melanggar syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi sosial media di situs miliknya.

Perusahaan tersebut telah menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menghentikan penggunaanya mengunggah dan menyebarkan video yang menggambarkan berbagai tindakan kekerasan.

Merujuk pada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Facebook, video yang mengandung kekerasan tidak diizinkan untuk diunggah dan disebarkan, sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai kejadian akhir-akhir ini, perlu beberapa waktu bagi perusahaan tersebut untuk mengulas dan menghapuskan video-video semacam itu.

Pengumuman penambahan jumlah staf yang sudah mencapai 4.500 orang yang bertangung jawab untuk mengulas video dikeluarkan hari Rabu pada laman Facebook milik Mark Zuckerberg.

Pendiri sekaligus CEO Facebook menulis, “Dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir, kita telah saksikan bagaiman orang-orang menyakiti diri mereka sendiri dan orang lain dalam video yang ditayangkan secara langsung atau diunggah kemudian ke Facebook. Video-video semacam itu sangat menghancurkan perasaan, dan saya telah merenung dan memikirkan cara bagaimana kita dapat memberi kontribusi positif kepada masyarakat.”

“Para pengkaji video ini juga akan membantu kita untuk merespon lebih baik lagi dalam menghapus video-video semacam in yang tidak diizinkan untuk diunggah dan disebarkan lewat Facebook seperti ujaran kebencian dan eksploitasi anak,” tulis Zuckerberg. “Dan kami akan terus bekerja bersama kelompok-kelompok masyarakat di tingkat lokal dan penegak hukum yang berada di posisi paling tepat untuk membantu seseorang apabila mereka membutuhkannya – baik saat mereka akan menyakiti dirinya sendiri atau karena mereka berada dalam ancaman orang lain.”

Selain menambah jumlah staf, Zuckerberg menyatakan perusahaan itu akan meningkatkan kemampuan perangkat lunaknya untuk mencegah diunggahnya video-video yang mengandung unsur kekerasan ke situs itu.

“Kami akan membuatnya lebih mudah untuk melaporkan permasalahan, lebih cepat bagi para pengulas untuk menentukan pos-pos macam apa yang melanggar standar kami dan mudah bagi mereka untuk menghubungi penegak hukum apabila seseorang butuh bantuan,” tulisnya, dengan menambahan perusahaan itu baru-baru ini merespon laporan tentang seseorang yang berniat bunuh diri lewat Facebook, dan mencegah orang itu untuk melakukannya. [ww]

XS
SM
MD
LG