Tautan-tautan Akses

Rajapaksa Ditetapkan Menjadi Presiden Sri Lanka


Kandidat pemilihan presiden dari Partai Rakyat Sri Lanka dan mantan kepala pertahanan masa perang Gotabaya Rajapaksa pergi setelah memberikan suaranya selama pemilihan presiden di Kolombo, Sri Lanka 16 November 2019. (Foto: Reuters / Dinuka Liyanawatte)

Mantan kepala pertahanan masa perang Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa akan menjadi presiden setelah saingan utamanya mengakui kekalahan pada hari Minggu (17/11). Pemilihan presiden dilakukan beberapa bulan setelah pemboman oleh gerilyawan Islam melemparkan negara itu ke dalam kekacauan.

Rajapaksa mengawasi kekalahan militer separatis Tamil di bawah saudaranya dan kemudian Presiden Mahinda Rajapaksa 10 tahun lalu. Dia menjanjikan kepemimpinan yang kuat untuk mengamankan pulau berpenghuni 22 juta orang, yang sebagian besar adalah umat Buddha Sinhala.

Rajapaksa (70 tahun) akan menjadi pemimpin nasionalis terbaru yang berkuasa di seluruh dunia, memanfaatkan kemarahan dan ketakutan masyarakat mayoritas.

Ia dan saudara-saudaranya, yang diharapkan untuk mendapatkan posisi penting, juga dipandang lebih dekat dengan China. Negara Tirai Bambu ini telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pelabuhan, jalan bebas hambatan, dan pembangkit listrik. Tetapi proyek-proyek ini juga menyebabkan tingkat utang yang tinggi untuk Sri Lanka.

Dalam komentar pertamanya, Rajapaksa mengatakan akan menjadi pemimpin semua warga Sri Lanka, terlepas dari apapun identitas etnis dan agama mereka.

“Ketika kita mengantarkan perjalanan baru ke Sri Lanka, kita harus ingat bahwa semua orang Sri Lanka adalah bagian dari perjalanan ini. Mari kita bersukacita secara damai, dengan martabat dan disiplin dengan cara yang sama ketika kita berkampanye, ”kata Rajapaksa dalam sebuah tweet.

Partai-partai politik Tamil sangat menentang Rajapaksa. Hal ini karena Rajapaksa pernah menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas terhadap warga sipil pada tahap akhir perang melawan separatis pada 2009.

Namun Rajapaksa dan saudaranya membantah tuduhan itu.

Muslim, kelompok minoritas besar lainnya, mengatakan mereka juga menghadapi permusuhan sejak serangan April di hotel dan gereja di mana lebih dari 250 orang tewas. Negara Islam mengaku bertanggung jawab.

Dengan setengah suara dihitung dari pemilihan hari Sabtu, Rajapaksa memimpin dengan 50,7 persen, sementara saingan utamanya Sajith Premadasa memiliki 43,8 persen, kata komisi pemilihan. [ah]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG