Tautan-tautan Akses

Provinsi Tanganyika di Kongo Terancam Bencana Kemanusiaan


Anak-anak berdiri di kamp pengungsi di provinsi Tanganyika, Kongo (foto: ilustrasi).

Badan PBB untuk urusan pengungsi memperingatkan bentrokan etnis yang sengit dan pelecehan yang meluas di Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo (DRC), mendorong wilayah itu ke bencana kemanusiaan.

Badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) melaporkan meningkatnya kekerasan di antara suku Twa, Luba dan kelompok etnis lain menyebabkan ratusan ribu orang melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa. Badan tersebut melaporkan lebih dari 630 ribu orang atau lebih seperlima dari tiga juta penduduk Tanganyika, kini mengungsi.

UNHCR mengaku khawatir akan kekejaman yang melonjak dan meluas di provinsi itu. Juru bicara Andre Mahecic mengatakan mayoritas pelanggaran terkait hak kepemilikan, termasuk pemerasan, perampasan dan pengrusakan. Tetapi ia mencatat ribuan kasus penganiayaan lainnya, mencakup penyiksaan, pembunuhan, penangkapan sewenang-wenang, kerja paksa, perkosaan dan perkawinan paksa.

Ia mengatakan, sebagian besar pengungsi adalah korban kekejaman yang dipicu oleh konflik etnis. Tetapi, Mahecic mengatakan, mereka juga menderita pelecehan yang dilakukan milisi dan tentara Kongo yang dikirim untuk melawan milisi.

"Milisi tampaknya semacam formasi ad hoc yang bersama-sama melakukan penjarahan, perkosaan, pencurian. Bagian terbesar pelanggaran yang saya sebut ini terkait pemerasan atau perpajakan ilegal yang dilaporkan. Peristiwa ini umumnya terjadi secara tertutup. Kami tidak memiliki semua rinciannya. Tetapi penting dicatat, bagian terbesar isu ini terkait perilaku kelompok bersenjata," kata Mahecic.

UNHCR mengimbau pihak berwenang Kongo agar melindungi penduduk sipil dan menuntut tentara yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi dan kejahatan lain.

Badan tersebut mengatakan sedang melakukan yang terbaik guna membantu penduduk mengatasi situasi yang semakin kacau, tetapi terhambat oleh kekurangan dana yang serius.

Tahun lalu, UNHCR menerima kurang dari satu dolar per orang untuk menjalankan programnya bagi 4,5 juta pengungsi DRC di dalam negeri. Organisasi itu berharap mendapat respon yang lebih baik untuk permohonan bantuan kepada negara itu, 369 juta dolar, tahun ini. Dari jumlah itu, menurut UNHCR, 80 juta dolar dibutuhkan untuk membantu pengungsi tersebut. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG