Tautan-tautan Akses

Seorang Penjaga Perdamaian PBB asal Pakistan Tewas di DRC


Penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) setelah berpatroli pada demonstrasi massal menentang Presiden Joseph Kabila. (Foto: dok.)

Seorang penjaga perdamaian PBB dari Pakistan tewas dalam penyergapan hari Sabtu (27/1) di Republik Demokrasi Kongo atau DRC. Ia bertugas dalam Misi Stabilisasi PBB di DRC, yang juga dikenal dengan akronim Bahasa Perancis, MONUSCO.

Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pimpinan badan dunia itu "mengutuk pembunuhan tersebut' yang terjadi ketika pasukan penjaga perdamaian disergap oleh anggota kelompok bersenjata dekat Lulimba, 96 kilometer sebelah barat-daya Baraka di provinsi Kivu Selatan. Paling sedikit seorang lagi penjaga perdamaian luka-luka dalam penyergapan itu.

Menurut juru bicara Sekjen PBB, Guterres telah menyerukan kepada semua kelompok bersenjata di DRC agar "meletakkan senjata mereka dan berusaha menyelesaikan keluhan mereka dengan damai."

Kantor berita Perancis AFP melaporkan bahwa Presiden DRC Joseph Kabila mengklaim MONUSCO belum memberantas satupun kelompok bersenjata dalam hampir 20 tahun.

AFP mengatakan Kabila telah memperingatkan MONUSCO agar jangan menganggap DRC “dibawah asuhan PBB” dan menambahkan bahwa ia akan “menjelaskan dalam hari-hari mendatang hubungan kami” dengan PBB. [gp]

XS
SM
MD
LG