Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi akan Hadiri Arab Islamic-American Summit

  • Fathiyah Wardah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir. (Foto: Fathiyah Wardah/VOA)

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan ikut menghadiri Arab Islamic American Summit di Riyadh, Arab Saudi pada hari Minggu tanggal 21 Mei.

Dalam jumpa pers mingguan hari Jumat (18/5), juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Presiden Joko Widodo telah menerima Menteri Penerangan dan Kebudayaan Arab Saudi Awad bin Saleh al-Awad – yang menyampaikan undangan pertemuan tersebut.

"Kita memandang ini merupakan suatu pertemuan yang penting karena ini merupakan pertama kalinya ada pertemuan antara pemerintahan Amerika yang baru dengan negara-negara Islam, untuk tentunya membahas isu yang menjadi perhatian kita semua, terutama terkait dengan upaya memerangi radikalisme dan terorisme," ungkap Arrmanatha.

Pertemuan antara negara-negara Islam dengan Amerika itu berlangsung di tengah lawatan Presiden Amerika Donald Trump ke Arab Saudi. Diperkirakan akan ada lebih dari 30 kepala negara yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Islam-Amerika pertama tersebut, termasuk Presiden Donald Trump dan tuan rumah Raja Salman bin Abdul Aziz.

Lebih lanjut Arrmanatha menambahkan selain ke-30 kepala negara itu, ikut hadir pula Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Yusuf bin Ahmad al-Usaimin, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmad Abul Ghait, dan Sekretaris Jenderal GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) Abdul Latif bin Rasyid az-Zayani.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia akan menyampaikan pandangan-pandangannya dalam konferensi itu.

"Sehingga suara kita diperhitungkan. Oleh karena itu, tentunya kita akan menyampaikan bagaimana pengalaman kita (mengenai) bagaimana Islam dan demokrasi bisa bekerja di Indonesia. Dan bagaimana kerukunan (ummat) beragama, toleransi, dan harmoni berjalan di Indonesia. Terkait dengan ini, Indonesia tentunya akan menyampaikan pengalaman dan langkah-langkah Indonesia dalam upaya memerangi dan melawan terorisme dan radikalisme. Bagaimana kita menggunakan pendekatan soft power dan hard power dalam melawan radikalisme dan terorisme," tambah Arrmanatha.

Menurut Arrmanatha, isu lain akan menjadi perhatian Indonesia dalam KTT Islam-Amerika itu adalah tentang jihadis asing dan bagaimana dunia seharusnya bisa bekerjasama untuk melawan mereka, baik dalam saling bagi informasi intelijen maupun dalam memblokir pendanaan mereka.

Sebelumnya media Al Arabiya melaporkan dari Riyadh, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair mengatakan ada sekitar 37 kepala negara atau pemerintahan yang akan menghadiri Arab Islamic American Summit. Pertemuan ini akan memusatkan perhatian pada upaya melawan terorisme, meningkat perdagangan, investasi, serta masalah pemuda dan teknologi. [fw/ii]

XS
SM
MD
LG