Tautan-tautan Akses

AS

Pekan 'Buku-buku Terlarang' di Amerika

  • Deborah Block

Tiga judul buku yang termasuk "buku-buku yang dilarang" atau ditentang di perpustakaan dan sekolah-sekolah tertentu di Amerika. (Foto: ilustrasi).

Ini adalah pekan buku terlarang di Amerika, acara tahunan yang menyoroti penyensoran dan menekankan kebebasan membaca.

Di kota Washington, sistem perpustakaan umum telah menyembunyikan ratusan buku di berbagai pelosok kota, buku yang mungkin telah dilarang atau ditentang di perpustakaan dan sekolah-sekolah tertentu di Amerika.

Di toko buku Duende di Washington, Katie Schwartz berusaha melengkapi koleksi enam buku terlarang. Buku-buku itu dibungkus dengan kertas hitam dan disembunyikan di antara buku-buku yang dijual.

“Ketika saya datang saya sudah memiliki empat buku, jadi saya hanya perlu dua lagi, dan buku pertama yang saya buka adalah buku yang tidak pernah saya lihat sebelumnya di tempat lain," paparnya.

Keenam buku itu adalah Catcher in The Rye, dilarang karena dianggap anti-kulit putih, Native Son, mengenai seorang lelaki kulit hitam yang membunuh seorang perempuan kulit putih di Chicago pada tahun 1930-an, One Flew Over the Cuckoo’s Nest, buku yang mengecam cara-cara perawatan orang yang dianggap mengidap gangguan mental.

Tiga buku lainnya, yang juga terkenal dan pernah difilmkan adalah: A Separate Peace, tentang moralitas, patriotisme dalam Perang Dunia II, Slaughterhouse Five, novel satir tentang Perang Dunia II, dan Color Purple, tentang nasib perempuan kulit hitam di bagian selatan Amerika pada tahun 1930-an.

Karena buku-buku itu tidak dilarang di kota Washington, Schwartz sangat heran bahwa ini terjadi di Amerika.

“Adalah hak warga Amerika untuk dapat menyatakan pendapat sesuai keinginan masing-masing. Juga adalah hak warga Amerika untuk memilih menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan pendapatnya,” tambah Katie Schwartz.

Pelanggan lain, Lyric Prince menemukan “Fahrenheit 451,” buku fiksi sains yang dinyatakan terlarang di Amerika dan jika ditemukan akan dibakar oleh petugas damkar. Sebagian orang berkeberatan karena kata-kata tidak senonoh atau pembakaran kitab Injil dalam buku itu.

Di antara kelompok yang mensponsori 'Pekan Buku Terlarang' terdapat Perhimpunan Perpustakaan Amerika, yang setiap tahun mengeluarkan daftar 10 buku paling ditentang, artinya ada upaya resmi untuk menyingkirkan buku-buku itu dari perpustakaan atau kurikulum sekolah.

Julius Jefferson Jr. adalah anggota komisi kebebasan intelektual. Ia mengatakan, Perhimpunan Perpustakaan Amerika mengetahui adanya sekitar 250 buku yang dianggap “bermasalah” tahun lalu. [ds]

XS
SM
MD
LG