Tautan-tautan Akses

NATO Selidiki Laporan Serangan Udara yang Sebabkan Korban Sipil


Dalam foto yang diambil tanggal 12 November 2016 ini, tampak Tentara Nasional Afghanistan tetap berjaga-jaga di luar jalan masuk menuju Lanud Bagram, setelah sebuah ledakan di pangkalan udara NATO, utara Kabul, Afghanistan (foto: REUTERS/Omar Sobhani)
Dalam foto yang diambil tanggal 12 November 2016 ini, tampak Tentara Nasional Afghanistan tetap berjaga-jaga di luar jalan masuk menuju Lanud Bagram, setelah sebuah ledakan di pangkalan udara NATO, utara Kabul, Afghanistan (foto: REUTERS/Omar Sobhani)

Para pejabat di Afghanistan menyatakan serangan udara kontraterorisme semalam yang dilakukan pasukan internasional di provinsi Nangarhar, Afghanistan Timur, telah menewaskan sedikitnya 16 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Saaz Wali, pejabat tertinggi di distrik Haska Mina, di mana korban jatuh, mengatakan kepada VOA hari Jumat bahwa serangan-serangan udara itu menghantam sebuah mobil dan sekelompok warga sipil di dua daerah terpisah. Delapan orang korban di antaranya berada di dalam mobil dan berasal dari satu keluarga, tambahnya.

“Kami menyelidiki semua tuduhan dan akan memberi informasi terbaru pada waktunya,” kata juru bicara misi Resolute Support NATO kepada VOA.

Para pejabat keamanan setempat mengukuhkan bahwa pasukan Afghanistan, didukung kekuatan udara asing, melancarkan operasi kontraterorisme terhadap militan ISIS di distrik tersebut. Beberapa distrik di Nangarhar diduduki militan ISIS, sebut para pejabat Amerika dan Afghanistan.

Konflik bersenjata di Afghanistan telah menewaskan lebih dari 1.700 warga sipil dan mencederai lebih banyak lainnya sejak awal tahun 2017, demikian catatan PBB mengenai korban warga sipil. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG