Tautan-tautan Akses

Perluas Jangkauan, Taliban Pakistan Rilis Majalah Perempuan


Perempuan pekerja di Pakistan dalam aksi demonstrasi memperingati Hari Perempuan Internasional di Pakistan. (Foto:dok)
Perempuan pekerja di Pakistan dalam aksi demonstrasi memperingati Hari Perempuan Internasional di Pakistan. (Foto:dok)

Kelompok Tehreek-i-Taliban TTP di Pakistan baru-baru ini mempublikasikan majalah perempuan pertama, dengan menyerukan pada calon jihadis perempuan untuk bergabung dengan kelompok militan itu dan mengabdikan diri mereka demi tujuan jihad.

Menurut beberapa media lokal di Pakistan, majalah ‘’Sunnah-e-Khaula’’ – atau berarti ‘’Cara (Hidup) Khaula’’ – mengambil nama seorang pejuang perempuan muda pada era Nabi Muhammad SAW. Majalah ini merupakan upaya lain Taliban untuk menjangkau jutaan perempuan Pakistan dan merekrut mereka demi tujuan kelompok militan itu.

Di kolom saran majalah itu, kelompok militan ini meminta kaum perempuan untuk ‘’mendistribusikan literatur yang mencerminkan kewajiban jihad, mengatur kelas-kelas pelatihan fisik untuk sesama perempuan, belajar bagaimana mengoperasikan senjata secara sederhana dan belajar menggunakan granat.’’​

Meskipun majalah ini hanya dapat diakses oleh segelintir orang, berita tentang peluncurannya telah banyak beredar di media sosial Pakistan, sehingga semakin memperkuat jangkauan majalah ini dan menjadikan isi berita utama kini tersedia bagi sejumlah besar anak muda Pakistan.

Sejumlah pakar mengingatkan bahwa pelajar dan mahasiswa kelas menengah yang memiliki akses pada media digital lebih rentan teradikalisasi dibanding mereka yang sekolah di madrasah.

Taliban Pakistan, yang kehilangan banyak wilayah karena beragam operasi militer Pakistan, kini meningkatkan upaya dengan menggunakan platform media lain untuk mempromosikan dan mempropagandakan ideologi mereka.

‘’Di tangan ekstremis, media sosial adalah piranti yang efektif. Dalam berbagai sudut pandang, peluncuran majalah bagi perempuan oleh TTP ini penting,’’ ujar Profesor Khadim Hussain, pakar militansi di kawasan Afghanistan dan Pakistan kepada VOA. ‘’Mereka menggunakan model yang efektif digunakan partai politik Islam Jamate Islami dan ekstremis mengikuti cara Hizbut Tahrir untuk menjangkah generasi baru,’’ tambah Hussain, penulis buku ‘’The Militant Discourse : Religious Militancy in Pakistan’’ itu. (em)

XS
SM
MD
LG