Tautan-tautan Akses

Kasus Corona Terus Mendaki, Pemerintah Ingatkan Masyarakat untuk Tak Mudik


Para calon penumpang memperhatikan jadwal penerbangan yang dibatalkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 24 April 2020. (Foto: AP)
Para calon penumpang memperhatikan jadwal penerbangan yang dibatalkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 24 April 2020. (Foto: AP)

Kasus konfirmasi positif baru virus Corona masih terus bertambah setiah harinya. Pemerintah kembali tegaskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan tidak mudik.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pelarangan mudik di Hari Raya Idul Fitri nanti tidak hanya berlaku di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saja, melainkan berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

"Pemerintah itu bisa melarang di manapun karena itu (larangan mudik) berlaku bagi seluruh Indonesia," ujar Mahfud dalam telekonferensi pers di Jakarta, Sabtu (25/4).

Larangan mudik resmi berlaku mulai 24 April. Dengan aturan itu, kata Mahfud, aparat keamanan dapat menindak dengan tegas dengan menghentikan orang yang ingin mudik di tengah perjalanannya sebelum meninggalkan daerah asal mudik seperti Jakarta. Demikian juga, bagi mereka yang ingin masuk ke Jakarta.

Menteri Koordinator Politk, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD dalam sebuah wawancara di Jakarta, 26 Desember 2019. (Foto: Reuters) Mahfud menggarisbawahi bahwa penegakan aturan itu akan diperketat seiring terus bertambahnya kasus virus corona.
Menteri Koordinator Politk, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD dalam sebuah wawancara di Jakarta, 26 Desember 2019. (Foto: Reuters) Mahfud menggarisbawahi bahwa penegakan aturan itu akan diperketat seiring terus bertambahnya kasus virus corona.

Larangan mudik akan berlaku sampai sesudah Idul Fitri, tetapi akan diperpanjang ketika situasi menunjukkan perlunya pembatasan pergerakan orang dan barang untuk mencegah meluasnya perebakan Covid-19.

"Kalau pada saat habis perpanjangan kok masih perlu diperpanjang, diperpanjang lagi sampai ada pada titik minimal untuk dikatakan aman," tuturnya.

Oleh karena itu Mahfud mengharapkan seluruh masyarakat menahan diri tidak mudik, mematuhi seluruh aturan dan mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Hingga Sabtu 8.607 Orang Terjangkti Corona

Sementara itu, Juru Bicara penanganan kasus virus Corona Dr Achmad Yurianto mengatakan kasus Corona di Tanah Air terus meningkat sampai detik ini. Pada Sabtu (25/4) tercatat adanya 396 kasus baru. Total keseluruhan kasus Covid-19 sampai detik ini menjadi 8.607.

Para petugas kepolisian mengecek mobil-mobil di jalan tol Cikarang, Jawa Barat, untuk mencegah warga agar tidak pulang kampung di tengah pandemi virus corona, 24 April 2020.
Para petugas kepolisian mengecek mobil-mobil di jalan tol Cikarang, Jawa Barat, untuk mencegah warga agar tidak pulang kampung di tengah pandemi virus corona, 24 April 2020.

Pasien sembuh juga terus bergerak setiap harinya. Dilaporkan sebanyak 40 orang sudah diperbolehkan pulang, sehingga total orang yang sudah pulih dari virus ini mencapai 1042.

“Kalau kita lihat (pasien sembuh) paling banyak ada 334 dari DKI Jakarta, dari Jawa Timur ada 133 orang, dari Jawa Barat ada 93 orang, Sulawesi Selatan 82 orang, Bali ada 70 orang, akumulasi total bersama provinsi lainnya adalah 1.042 orang,” ujar Yuri.

Informasi Kasus Covid-19 di Indonesia per 25 April 2020. (Foto: Satgas Penanganan Covid-19)
Informasi Kasus Covid-19 di Indonesia per 25 April 2020. (Foto: Satgas Penanganan Covid-19)

Meskipun demikian jatuhnya korban jiwa tetap tak bisa dibendung. Tiga puluh satu orang dilaporkanmeninggal dunia, sehingga jumlah korban meninggal menjadi 720 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 206.911 orang. Dijelaskannya dari jumlah ODP tersebut sebagian besar sudah dinyatakan sehat dan tidak terpapar virus ini.

Selain itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 19.084 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 280 kabupaten/kota di Tanah Air. [gi/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG