Tautan-tautan Akses

Hadapi Lonjakan Jumlah Kasus Corona, Buol Berlakukan PSBB


Suasana penyemprotan cairan disinfektan di desa Maliwuko, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 30 Maret 2020. (Foto: Simon Lapangoyu/pribadi)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah pada 12 Mei 2020. Penerapan PSBB diharapkan dapat menekan lonjakan kasus infeksi virus corona yang saat ini sudah mencapai 44.

Bupati Kabupaten Buol Amriruddin Rauf telah secara resmi mengumumkan dimulainya penerapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya menyusul lonjakan jumlah kasus positif virus corona. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Pusat Data Informasi Bencana (Pusdatina) COVID-19 Sulteng, jumlah kasus di Buol per tanggal 12 Mei 2020, sudah mencapai 44, atau meningkat sebanyak 35 dalam 10 hari.

“Dengan ini saya nyatakan pembatasan sosial berskala besar kabupaten Buol, mulai kita laksanakan hari ini,” kata Amiruddin Rauf dalam sebuah pengumuman pada Selasa, 12 Mei 2020.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (berpakaian APD lengkap) meninjau kesiapan Laboratorium Kesehatan Pemda Sulawesi Tengah yang mulai Senin (4/5) sudah dapat memeriksa sampel swab test dengan RT-PCR. (Foto: Courtesy/Humas Pemprov Sulteng)
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (berpakaian APD lengkap) meninjau kesiapan Laboratorium Kesehatan Pemda Sulawesi Tengah yang mulai Senin (4/5) sudah dapat memeriksa sampel swab test dengan RT-PCR. (Foto: Courtesy/Humas Pemprov Sulteng)

Amiruddin Rauf berharap dengan PSBB akan mencegah penyebaran virus corona di Buol. Menurutnya dalam penerapanan PSBB selama 14 hari itu, aktivitas ekonomi masyarakat akan berjalan seperti biasa dengan pembatasan-pembatasan yang akan diatur oleh pemerintah. Dia memastikan kebutuhan pokok cukup tersedia sehingga tidak perlu ada kegiatan memborong bahan-bahan pokok oleh masyarakat.

Waspadai Kurva Datar dan Silent Area penyebaran Virus Corona di Sulteng

Dokter Jumriani Yunus, juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulteng kepada VOA (13/5) menjelaskan lonjakan jumlah kasus positif corona di Buol karena upaya serius pemerintah setempat dalam melakukan pelacakan terhadap pelaku perjalanan dan mereka menjalin kontak dengan pasien yang telah terkonfirmasi positif berdasarkan uji swab. Setidaknya 37 orang yang terkonfirmasi positif diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti kegiatan keagamaan pada Maret 2020 silam.

“Mungkin karena bupatinya juga seorang dokter ya, jadi dia paham bagaimana untuk mendapatkan kasusnya. Kalau menurut saya mereka sangat berhasil untuk tracking dan tracing-nya. Jadi semua pelaku perjalanan yang mereka tahu sudah melakukan perjalanan ke daerah zona merah, mereka tracking, mereka langsung melakukan rapid test,” jelasnya.

Jumriani menambahkan, Buol melaksanakan rapid test terhadap 500 orang. Dari jumlah itu ditemukan 100 yang reaktif sehingga dilanjutkan dengan swab test (uji usap).

Berkaca dari situasi di Buol, Jumriani berharap 12 kabupaten kota lain di Sulawesi Tengah juga semakin mengintensifkan kegiatan untuk melacak keberadaan orang-orang yang mungkin telah menjalin kontak dekat mereka yang telah positif tertular virus corona.

Simulasi penanganan pasien virus corona (COVID-19) di sebuah rumah sakit di Palu, Sulawesi Tengah, 4 Maret 2020. (Foto: AFP)
Simulasi penanganan pasien virus corona (COVID-19) di sebuah rumah sakit di Palu, Sulawesi Tengah, 4 Maret 2020. (Foto: AFP)

“Saya takut kurva-kurva datar maksudnya tidak ada peningkatan sama sekali, terus ada daerah yang tidak ada konfirmasinya menjadi silent area, itu sebenarnya mengganjal di hati kami, bukan kami berharap ada kasus positif atau apa, tapi apakah surveillance​ yang ada disitu bekerja maksimal atau tidak” kata Jumriani

Berdasarkan informasi Pusdatina COVID-19 Sulteng per tanggal 12 Mei 2020, sejauh ini dari 13 kabupaten/Kota di Sulteng, kabupaten Donggala, Tojo Unauna, Parigi Moutong, Banggai dan Banggai Laut belum ditemukan adanya kasus positif corona.

Secara keseluruhan jumlah kasus positif corona di Sulteng mencapai 101. Dari jumlah tersebut, tiga meninggal dunia dan 20 pulih. [yl/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG