Tautan-tautan Akses

Banyak Remaja Somalia Melarikan Diri, Hindari Perekrutan Al-Shabab


Para anggota kelompok militan al-Shabab melakukan latihan militer di Somalia (foto: dok). Al-Shabab dilaporkan menggelar program perekrutan paksa terhadap para remaja dan anak-anak.

Kelompok militan al-Shabab telah menggelar program perekrutan paksa di Bay dan Bakool – dua kawasan di barat daya Somalia.

Gubernur kawasan Bay Ali Wardhere Doyow mengatakan, kelompok tersebut, yang mengontrol banyak wilayah di kedua kawasan itu, mendesak para pemimpin desa setempat untuk memastikan para remaja bergabung dengan kelompok tersebut.

"Mereka mengadakan pertemuan dengan para tetua desa dan mengatakan kepada mereka untuk memenuhi kuota jumlah anggota baru yang dibutuhkan,” kata Doyow.

Doyow mengatakan, banyak keluarga dan anak-anak mereka meninggalkan desa-desa itu dan hijrah ke kota-kota besar di kawasan Bay, termasuk Baidoa, Dinsor dan Bardale.

Abdishakur Yaqub Ibrahim, seorang anggota DPRD yang tinggal di Baidoa, mengatakan kepada VOA, puluhan anak yang berusia antara 9 dan 18 tahun telah lari meninggalkan wilayah-wilayah yang dikuasai al-Shabab di Bay dan Bakool dalam beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, beberapa di antara mereka masih memiliki hubungan keluarga dengannya, seperti sepupu dan keponakan.

Ibrahim mengatakan, al-Shabab berencana untuk mendidik dan melatih anak-anak remaja itui dan kemudian mereka akan dikerahkan untuk melawan orang-orang yang dianggap murtad dan Mukhtar Robow.

Robow adalah mantan wakil ketua al-Shabab dan berasal dari Bakool. Ia membelot ke pemerintah Agustus lalu. Ada laporan, Robow berencana pulang ke kawasan itu untuk memobilisasi penduduk setempat dalam melawan kelompok militan itu. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG