Tautan-tautan Akses

AS Percepat Evakuasi Warga AS dan Afghanistan dari Kabul


Keluarga Afghanistan antre untuk menunggu dievakuasi dengan pesawat Angkatan Udara AS Boeing C-17 di bandara Kabul, Afghanistan (foto: dok).
Keluarga Afghanistan antre untuk menunggu dievakuasi dengan pesawat Angkatan Udara AS Boeing C-17 di bandara Kabul, Afghanistan (foto: dok).

Amerika mempercepat evakuasi warga Amerika dan Afghanistan dari Kabul sementara Taliban, yang mengambil alih negara itu, memperingatkan 31 Agustus, “tenggat” yang ditetapkan Presiden Biden untuk menarik pasukan Amerika dari Afghanistan, harus dipatuhi.

Biden Minggu mengatakan bahwa tenggat itu mungkin akan mundur dari akhir Agustus untuk menerbangkan mereka yang ingin keluar dari Afghanistan yang dilanda perang ke tempat yang aman di negara lain. Mereka adalah warga Amerika dan warga Afghanistan yang mendukung perang Amerika selama 20 tahun melawan Taliban.

Dalam pertemuan G7 Selasa, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan meminta Biden untuk memperpanjang tenggat 31 Agustus agar sekutu bisa mengangkut pasukan dari Afghanistan. Namun juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan dalam wawancara dengan TV Sky News, tenggat yang diundur “berarti mereka memperpanjang pendudukan. Akan timbul ketidakpercayaan di antara kami. Kalau mereka berniat melanjutkan pendudukan, itu akan memancing reaksi.”

Biden mengatakan, “Harapan kami adalah kami tidak perlu memperpanjang,” tetapi perpanjangan mungkin diperlukan untuk mengevakuasi lebih banyak orang.

Evakuasi semakin dipercepat. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pesawat militer Amerika mengangkut sekitar 10.400 orang keluar dari Kabul dalam 24 jam hingga Senin pagi. Sejauh ini, itu jumlah terbanyak dalam satu hari. Pesawat koalisi dari negara lain mengevakuasi 5.900 lainnya. Masih ada ribuan orang yang ingin keluar dari Afghanistan. Mereka berkemah di bandara, menunggu penerbangan.

Secara keseluruhan, pejabat Gedung Putih mengatakan, sekitar 37.000 orang telah diterbangkan dari Afghanistan sejak Taliban berkuasa setelah pemerintah yang didukung Amerika ambruk lebih dari seminggu lalu dan Presiden Ashraf Ghani mengasingkan diri ke Uni Emirat Arab.

Biden mengatakan tidak ada warga Afghanistan yang diangkut langsung ke Amerika tanpa melalui pemeriksaan keamanan di persinggahan di pos-pos Amerika di Timur Tengah dan Eropa.

Biden tetap pada keputusannya menarik semua pasukan dari Afghanistan guna mengakhiri perang terlama Amerika, hampir 20 tahun. Tetapi pelaksanaan evakuasi yang kacau, membuat rekan-rekan Biden dari Partai Demokrat, dan Partai Republik yang beroposisi, menyerangnya dan menilai pemerintahannya tidak becus. [ka/lt]

XS
SM
MD
LG