Tautan-tautan Akses

Baku Tembak Tewaskan Petugas Keamanan Afghanistan di Luar Bandara Kabul


Seorang anggota pasukan koalisi memegang bendera Denmark untuk mengidentifikasi keluarganya saat evakuasi di bandara internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 21 Agustus 2021. (U.S. Marine Corps/Staff Sgt. Victor Mancilla/Handout via REUTERS)

Militer Jerman, Senin (23/8) melaporkan baku tembak terjadi di luar gerbang utara bandara Kabul, dengan para penyerang tak dikenal menewaskan satu petugas keamanan dan mencederai tiga lainnya.

Militer Jerman menyatakan pasukannya dan pasukan AS terlibat dalam baku tembak tersebut.

Bandara itu telah menjadi lokasi evakuasi massal oleh negara-negara Barat, khususnya AS, sejak Taliban merebut ibu kota Afghanistan sepekan silam.

Puluhan ribu orang Afghanistan telah membanjiri bandara Kabul dengan harapan mendapat tempat dalam salah satu penerbangan evakuasi. Mereka takut syariah Islam yang ditafsirkan dengan keras kembali dipraktikkan seperti ketika Taliban menguasai negara itu 20 tahun silam.

Tentara AS dalam operasi penyelamatan pengungsi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 20 Agustus 2021.
Tentara AS dalam operasi penyelamatan pengungsi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 20 Agustus 2021.


AS telah gagal mengevakuasi 5.000 hingga 9.000 orang per hari dan kekacauan di bandara dan sekitarnya telah mendorong kritik terhadap upaya evakuasi AS.

Wakil Presiden Kamala Harris, yang berbicara dalam lawatan ke Singapura hari Senin, mengatakan, akan ada banyak waktu nantinya untuk menganalisis apa yang telah terjadi, seraya menekankan bahwa misi utama adalah “mengevakuasi orang-orang dari wilayah itu yang patut untuk dievakuasi.”

“Kami benar-benar fokus pada evakuasi warga Amerika, warga Afghanistan yang bekerja dengan kami, dan warga Afghanistan yang rentan, termasuk perempuan dan anak-anak,” kata Harris.

PM Singapura Lee Hsien Loong menawarkan penggunaan sebuah pesawat militer untuk membantu upaya evakuasi.

Negara-negara lain mengirimkan pesawat, termasuk Jepang, yang menyatakan mengirimkan sebuah pesawat militer pada hari Senin untuk memulangkan warganya dari Afghanistan.

Tentara Afghanistan mencoba untuk membubarkan kerumunan di luar bandara Kabul. (REUTERS)
Tentara Afghanistan mencoba untuk membubarkan kerumunan di luar bandara Kabul. (REUTERS)

Taliban pada hari Minggu menyalahkan AS atas kekacauan di sekitar bandara Kabul.

Kementerian Pertahanan Inggris telah mengukuhkan kematian tujuh warga Afghanistan di dekat bandara pada hari Sabtu. “Ada kedamaian dan ketenangan di seluruh negeri,” kata Amir Khan Mutaqi, seorang pemimpin senior Taliban, seraya menegaskan, “ada kekacauan yang terjadi hanya di bandara Kabul.”

“Amerika, dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya, dan dengan presiden mereka yang memberi perhatian langsung pada proses evakuasi, gagal untuk mewujudkan ketertiban di bandara,” kata Mutaqi dalam pesan audio yang dibagikan kepada media.

AS dan negara-negara lainnya telah membawa pasukan untuk membantu melaksanakan upaya evakuasi di bandara.

“Kondisi di lapangan masih tetap sangat sulit tetapi kami melakukan apapun sebisa mungkin untuk mengatasi situasi seaman dan seselamat mungkin,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan.

Para pemimpin Taliban menekankan Afghanistan menginginkan hubungan baik dengan AS dan komunitas global, tetapi evakuasi yang kacau merusak niat baik mereka di kalangan warga Afghanistan. Mutaqi mengatakan krisis itu telah menghambat transportasi warga Afghanistan dari dan ke Kabul di bandara di seluruh negeri, sehingga menambah masalah yang dihadapi negara yang dilanda perang itu. [uh/ab]

Lihat komentar (2)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG