Tautan-tautan Akses

Kandidat Oposisi Kenya Minta Pendukung Tolak Hasil Pilpres


Pemimpin oposisi dan Capres Kenya, Raila Odinga memberikan konferensi pers di Nairobi, Kenya, Rabu (9/8).

Sementara semakin dekat saatnya bagi komisi pemilihan Kenya untuk melaporkan hasil pemilihan nasional hari Selasa (8/8) dari semua tempat pemungutan suara (TPS), kandidat utama presiden dari oposisi mendesak rakyat agar menolak hasil itu karena belum diverifikasi komisi pemilihan.

Berdasar laporan dari 96 persen TPS, Presiden Uhuru Kenyatta unggul dari penantangnya Raila Odinga dengan perbandingan suara 54 dan 45 persen.

Jalan-jalan di Nairobi yang biasanya ramai hari Rabu (9/8) sepi sementara hasil pemungutan suara hari Selasa terus mengalir ke pusat penghitungan suara nasional Kenya, dan kemudian ke masyarakat selagi angka-angka itu dihitung.

Kandidat presiden koalisi National Super Alliance (NASA), Raila Odinga, Rabu pagi mengatakan komisi pemilihan tersebut seharusnya tidak merilis hasil sementara tanpa verifikasi melalui formulir resmi yang semestinya menyertai hasil dari TPS-TPS dan daerah pemilihan.

"Kami pada dasarnya meminta pendukung agar menolak hasil itu. Hasil penghitungan ini tidak jelas, bukan hanya pemilihan presiden tetapi juga pemilihan gubernur sampai anggota majelis daerah, MCA. Itulah yang kami sampaikan kepada rakyat Kenya dan kami meminta mereka tetap tenang," kata Odinga.

Dalam cuitannya, Odinga sebelumnya mengatakan "penipuan yang dilakukan partai Jubilee terus menerus terhadap rakyat Kenya telah melewati tingkat kecurangan pemilihan yang sudah-sudah di negara kita. Kali ini kami menangkap basah mereka." Ia mengacu pada apa yang disebutnya peretasan komputer sistem pemilihan.

Raphael Tuju adalah sekretaris jenderal Jubilee, partai presiden yang berkuasa, Uhuru Kenyatta.

"Kami tahu, kampanye berlangsung sengit dan siapapun yang tampil sebagai pemenang, akan ada yang kalah dan bagi yang kalah, itu adalah masalah yang emosional, karena besarnya emosi, uang, waktu dan energi yang sudah diinvestasikan selama kampanye. Tetapi, kami meminta, kita harus menerima hasil itu. Itulah yang dilakukan presiden dan kami berharap NASA akan melakukan hal yang sama," kata Tuju.

Ketua Komisi Pemilu Wafula Chebukati hari Rabu mengatakan NASA memelintir salah satu hal dalam proses pemilihan, yaitu transmisi hasil.

Chebukati mengatakan timnya memiliki salinan formulir yang dipindai dari ke 40.883 TPS dan menunggu salinan hasil pemindaian dari 290 konstituensi. Ia juga akan menggunakan formulir asli untuk memverifikasi hasil sementara.

Komisi itu juga mengumumkan, jika ada perbedaan antara hasil elektronik dan surat suara, surat suara yang ditandatangani akan menjadi penentu akhir. Chebukati meyakinkan rakyat Kenya bahwa hasil resmi itu baru akan dirilis setelah formulir yang ditandatangani dari TPS telah diverifikasi.

Secara keseluruhan, negara itu tetap damai. Polisi menggunakan gas air mata terhadap demonstran di kota Kisumu, Kenya barat, dan juga terjadi demonstrasi di daerah kumuh Nairobi, Mathare. Tetapi bagi mayoritas rakyat Kenya, saat ini, yang dapat dilakukan hanyalah menunggu. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG