Tautan-tautan Akses

Presiden Kenya Desak Warga Tenang pada Hari Pemilu


Presiden Kenya Uhuru Kenyatta memasukkan kartu suara di sebuah TPS di kampung halamannya, Gatundu, Kiambu, Kenya, Selasa (8/8).

Warga Kenya mulai antre berjam-jam sebelum subuh hari Selasa untuk memberikan suara mereka dalam pemilu nasional yang panas.

“Kami telah minta perubahan dan jika saya tidak bangun, keluar rumah dan memilih, saya tidak akan membawa perubahan yang diinginkan orang,” kata Mildred Malubi yang berusia 31 tahun yang mengantre selama tiga setengah jam untuk memilih di daerah kumuh Kangemi, di Nairobi.

Bilik pemungutan suara dibuka pada pukul 6 pagi pada hari Selasa (8/8) bagi 20 juta pemilih terdaftar di negara yang terletak di Afrika Timur itu untuk memilih antara Kenyatta dan saingan lamanya, pemimpin oposisi Raila Odinga, dalam salah satu persaingan yang paling banyak mendapat perhatian di benua Afrika.

Hasil pemungutan suara itu diperkirakan sangat ketat. Komisi pemilihan Kenya menggunakan identifikasi pemilih secara biometrik dan sistem transmisi hasil pemilu secara elektronik dalam pemilu itu, yang dipandang sebagai ujian penting bagi komisi tersebut setelah kegagalan perangkat teknologi dalam pemilihan terakhir di tahun 2013, yang memicu dugaan adanya kecurangan.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta telah mendesak pemilih negaranya agar memberikan suara mereka secara damai dan membuat para pendiri Kenya bangga dengan mereka. [lt]

XS
SM
MD
LG