Tautan-tautan Akses

Ketua DPR AS: Ketidak-mampuan AS Bayar Utang Bisa Jadi Bencana


Ketua DPR AS John Boehner (kiri) dan beberapa anggota DPR AS dalam konferensi pers di Capitol Hill, 25 Januari 2011

Ketua DPR AS John Boehner (kiri) dan beberapa anggota DPR AS dalam konferensi pers di Capitol Hill, 25 Januari 2011

DPR Amerika akan melakukan pemungutan suara mengenai kenaikan pagu utang federal agar pemerintah AS bisa berutang lagi.

Ketua DPR Amerika , John Boehner dari Partai Republik mengatakan Amerika mampu membayar utang-utangnya, namun pemerintahan Obama harus memangkas anggaran pemerintah. Para pakar mengatakan utang pemerintah Amerika bisa mencapai batas maksimum sedini tanggal 31 Maret, dan DPR harus melakukan pemungutan suara untuk menyetujui kenaikan pagu utang itu agar Amerika bisa berutang lagi.

Partai Republik menang dalam pemilu sela bulan November lalu karena berjanji akan mengurangi pengeluaran pemerintah federal guna mencegah utang negara yang tidak terkendali. Sebagian anggota Kongres dari Tea Party Partai Republik, yang konservatif dalam kebijakan fiskal, telah mengancam akan memberikan suara yang menentang kenaikan pagu utang Amerika menjadi 14,29 trilyun dolar jika batas utang maksimum tercapai. Para pakar mengatakan tampaknya hal itu akan terjadi sekitar akhir Maret atau pertengahan Mei.

Namun dalam wawancara dalam program televisi “Fox News Sunday” Ketua DPR dari partai Republik, John Boehner mengatakan ketidak mampuan Amerika membayar utangnya akan menjadi bencana dan bahkan “tidak dibicarakan”.

Boehner mengatakan, "Ketidakmampuan itu akan menjadi bencana keuangan bukan hanya untuk negara kita, tapi juga bagi perekonomian di seluruh dunia. Ingat, rakyat Amerika pada hari pemilihan mengatakan ingin memangkas pengeluaran dan ingin menciptakan lapangan pekerjaan. Kita tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan jika tidak bisa membayar utang-utang federal."

Seperti anggota Kongres partai Republik lain, Ketua DPR Boehner menegaskan bahwa Presiden Barack Obama dari Partai Demokrat harus bersedia melakukan pemangkasan besar anggaran federal.

Ketua DPR John Boehner menegaskan bahwa Presiden Obama harus bersedia mengurangi pengeluaran anggaran.

Ketua DPR John Boehner menegaskan bahwa Presiden Obama harus bersedia mengurangi pengeluaran anggaran.

Menurut Boehner selanjutnya, "Dan Jika presiden meminta Kongres untuk menaikkan pagu utang, maka ia harus bersedia mengurangi pengeluaran. Kita harus bekerja sama dan mendengar rakyat Amerika serta mengurangi beban utang yang kita miliki."

Boehner mengatakan komisi pengalokasian dana akan mengajukan sasaran pemangkasan anggaran dalam usulan yang akan disampaikan pada sidang umum sekitar pertengahan Februari. Minggu lalu, DPR melakukan pemungutan suara mengenai resolusi tidak mengikat untuk memangkas pengeluaran pemerintah sampai 20 % dari tingkat tahun 2008.

Presiden Obama belum menyerukan pemangkasan besar anggaran semacam itu namun telah menyerukan pembekuan selama lima tahun anggaran pemerintah yang diatur UU. Dalam pidato kenegaraannya bulan lalu, presiden Obama mengatakan akan ada pemangkasan dibeberapa sektor, namun juga menyerukan investasi pemerintah dalam pendidikan, inovasi dan infrastruktur agar Amerika bisa bersaing di pasar dunia.

Kepala staff Gedung Putih yang baru William Daley mengatakan pada televisi CBS News pembicaraan mengenai kemungkinan ketidakmampuan membayar utang saja, bisa membuat para investor takut membeli surat-surat berharga pemerintah.

Daley menjelaskan, "Tidak seorangpun ingin pemerintah tidak mampu membayar. Kita sudah melihat pemerintah di banyak negara bangkrut, dan karena kita baru saja mulai keluar dari resesi besar ini, usaha apapun untuk menggunakan pagu utang sebagai semacam ancaman atau bahkan tawar menawar akan membuat bursa ketakutan."

Selain pemungutan suara mengenai pagu utang, DPR juga harus mengesahkan anggaran untuk mendanai pemerintah federal untuk tahun fiskal sekarang paling lambat 4 Maret. Ini adalah kesempatan lain bagi kedua partai untuk berkompromi atau bertikai mengenai pengeluaran pemerintah.

XS
SM
MD
LG