Tautan-tautan Akses

AS

Washington Pertimbangkan Larangan Terhadap Aksesori Senapan

  • Michael Bowman

Perangkat yang dikenal dengan sebutan "stock bump" dilekatkan pada senapan semi-otomatis di toko Gun Vault dan tempat latihan menembak, di Jordan Selatan, Utah, 4 Oktober 2017. Perangkat ini digunakan oleh pelaku penembakan massal di Las Vegas, Stephen Paddock.

Sepekan setelah penembakan massal yang paling banyak menewaskan korban dalam sejarah modern Amerika, perdebatan mengenai pemberlakuan larangan-larangan baru terkait senjata api marak kembali.

Wartawan VOA Michael Bowman melaporkan, upaya-upaya pengendalian senjata api telah berulang kali gagal di Kongres. Akan tetapi sekarang ini ada upaya baru yang tengah dilakukan untuk melarang aksesori yang membuat senjata api pelaku penembakan di Las Vegas jauh lebih berbahaya daripada yang diperkirakan dalam undang-undang Amerika.

Newtown, Connecticut. Charleston, South Carolina. San Berdardino, California. Orlando, Florida. Setiap insiden penembakan massal pada dekade ini menimbulkan kesedihan, kemarahan, dan seruan untuk bertindak. Tetapi tidak satupun yang mendorong Kongres untuk meloloskan undang-undang pengendalian senjata apapun.

Sementara perasaan duka cita masih terus meliputi Las Vegas, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan, “Kita bergabung bersama dalam kesedihan, terkejut dan duka cita bagi mereka yang meninggal, yang cedera, dan keluarga mereka.”

Rancangan undang-undang telah disusun di kedua majelis di Kongres untuk melarang apa yang disebut bump stocks, perangkat yang membuat senapan semiotomatis menembakkan peluru hampir sama cepatnya seperti senapan mesin otomatis.

Senator Dianne Feinstein dari fraksi Demokrat mengemukakan, “Satu-satunya alasan untuk memodifikasi senjata api adalah untuk menewaskan sebanyak mungkin orang dalam waktu sesingkat mungkin.”

Kelompok pelobi hak-hak kepemilikan senjata api terbesar di Amerika, National Rifle Association menimbulkan keheranan berbagai kalangan pekan lalu karena mengisyaratkan dukungannya bagi “regulasi tambahan” terhadap peralatan seperti bump stock itu.

Para pendukung pengawasan senjata tidak merasa puas dengan hal tersebut.

Senator Richard Blumenthal, juga dari fraksi Demokrat, mengatakan, “Regulasi adalah jalur untuk menunda, bukan tindakan. Harus ada larangan terhadap bump stock.”

Sekarang ini, Gedung Putih tidak berkomentar mengenai usulan pengawasan senjata api yang spesifik.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, “Kami ingin menjadi bagian dari pembahasan ini. Kami ingin mengumpulkan lebih banyak informasi, kami akan terus melakukan itu selama beberapa hari mendatang.”

Sementara itu petinggi fraksi Republik di Senat mengisyaratkan ia tidak ingin membawa legislasi senjata ke dalam suatu pemungutan suara.

Pemimpin Republik di Senat, Senator Mitch McConnell, mengemukakan, “Coba, investigasinya saja belum selesai. Dan saya pikir terlalu dini untuk membahas solusi legislatif, kalau memang ada.”

Sementara itu, perdebatan yang lebih besar muncul kembali, apakah pengendalian senjata api dapat menghentikan kekerasan atau membatasi hak konstitusional warga Amerika untuk menyandang senjata?

Anggota Demokrat di DPR, Seth Moulton, dalam acara ABC This Week menyatakan,“Orang-orang senang berburu. Dan orang-orang senang memiliki senjata api. Tapi bukan senjata perang. Kita memiliki cara-cara yang dapat mengurangi kekerasan ini.”

Sementara itu dalam acara yang sama, anggota DPR dari fraksi Republik Scott Taylor mengatakan, “Amendemen ke-dua Konstitusi Amerika bukan hanya untuk berburu. Amendemen ke-dua diajukan agar dapat menggulingkan tiran. Dan dengan senjata tempur, pada waktu itu.”

Tidak seorang pun memperkirakan undang-undang baru yang menyeluruh mengenai pengawasan senjata api akan diberlakukan. Tetapi suatu langkah terbatas dan bertarget, seperti melarang bump stock, dapat menjadi momen langka di mana kedua pihak yang berbeda pendapat dalam perdebatan senjata api dapat bersama-sama menyepakati suatu hal. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG