Tautan-tautan Akses

Wahana Antariksa Komersil Pertama Kembali Sukses Mendarat pada Perjalanan Kedua


ARSIP - Dragon, kapsul pengangkut barang, milik SpaceX tampak merapat ke Stasiun Antariksa Internasional dalam gambar yang diambil oleh NASA pada tanggal 10 April 2016 (foto: REUTERS/NASA lewat media sosial/Rilis lewat Reuters)

SpaceX kembali menjadi yang pertama ketika kapsul wahana pengangkut logistik miliknya berhasil mendarat dengan baik di Samudra Pasifik setelah menyelesaikan misinya yang kedua ke Stasiun Antariksa Internasional.

Perusahaan SpaceX milik Elon Musk kembali berhasil menjadi yang pertama ketika Dragon, kapsul wahana pengangkut logistik miliknya, berhasil mendarat di Samudra Pasifik setelah berhasil menyelesaikan misinya yang kedua ke Stasiun Antariksa Internasional.

Wahana antariksa komersil tersebut menyelesaikan misinya yang pertama bulan September 2014. Perjalanannya yang kedua menuju Stasiun Antariksa Internasional mulai pada tanggal 3 Juni ketika wahana tersebut diluncurkan di bagian atas roket Falcon 9 milik SpaceX.

Wahana tersebut mengangkut sekitar 2.700 kilogram pasokan untuk Stasiun Antariksa Internasional dan kembali dengan sekitar 2.000 kilogram sampel ilmiah selain juga peralatan yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

Cuitan perusahaan tersebut hari Senin pagi berbunyi: "Pendaratan yang baik dari kapsul Dragon sudah dipastikan – menyelesaikan penerbangan ulang pertama dari sebuah wahana antariksa komersil ke dan dari @Space_Station.”

Astronot Jack Fisher mentwit sebuah foto saat kapsul tersebut tampak membara saat kembali memasuki atmosfir, dengan mengatakan, “keindahan bentangan bintang-bintang – namun yang ‘panjang’ dan berwarna oranye adalah wahana SpaceX-11 yang kembali memasuki atmosfir! Selamat kepada seluruh anggota tim atas keberhasilan pendaratan & misi yang hebat!”

Para awak SpaceX bersiaga di lepas pantai Long Beach, California, untuk mengambil kapsul dan membongkar muatannya.

Keberhasilan pendaratan tersebut menandai tonggak pencapaian yang baru bagi perusahaan tersebut yang berharap secara dramatsi akan menekan biaya operasional misi antariksa lewat penggunaan ulang roket-roket dan kapsul-kapsulnya.

Adanya penundaan misi hari Minggu telah memaksa perusahaan tersebut untuk menunda peluncuran satelit lainnya, namun mereka akan mencoba lagi hari Senin. [ww]

XS
SM
MD
LG