Tautan-tautan Akses

Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik Bisa Segera Terwujud


Seorang perawat menyiapkan vaksinasi meningitis di Darfur, Sudan (foto: ilustrasi).

Vaksinasi tanpa jarum suntik adalah harapan terbesar dalam dunia medis. Bagi orang di negara maju, vaksinasi sama mudahnya seperti minum aspirin. Bagi orang di negara berkembang atau di kawasan pedalaman yang terpencil, ini berarti mereka bisa divaksin tanpa dokter atau perawat. Bagaimana pun melihat hal ini, vaksin tanpa jarum suntik bisa mengubah dunia.

Vaksinasi biasanya dilakukan dengan jarum suntik. Tetapi dalam waktu dekat hal ini akan berubah, yaitu lewat kapsul mucojet. Alat ini memberikan vaksin lewat mulut, dengan menyemprotkan vaksin itu melewati sel-sel kulit dan lendir sehingga tidak perlu jarum suntik.

Niren Murthy dari Universitas California di Berkeley mengatakan, “Jadi obat kini disemprotkan dari pil dengan kecepatan tinggi dan dengan cepat masuk ke sel-sel epithelial yang berpori, serta melewati lapisan lendir. Dengan teknologi ini berarti vaksin bisa diperoleh dari dokter dan bisa dibawa pulang."

Bagi orang yang tidak bisa pergi ke dokter atau perawat, ini berarti mereka bisa divaksin tanpa kehadiran dokter.

Peneliti lain di UC Berkely Dorian Liepmann mengatakan, "Akan menjadi sangat luar biasa jika ada distribusi vaksin yang lebih baik, khususnya ketika kita bicara tentang daerah pedalaman. Juga bagi orang tua yang khawatir anak mereka diberi begitu banyak vaksin pada waktu bersamaan. Temuan baru ini bahkan bisa membuat kita mengatur waktu diantara vaksin-vaksin yang harus diberikan, karena bisa dilakukan di rumah. Kita tidak perlu melakukannya di klinik.”

Penelitian ini masih dalam tahap awal tetapi telah berhasil diujicobakan pada kelinci. kini sedang diusahakan ujicoba pada mamalia yang lebih besar, seperti manusia. [em/ii]

XS
SM
MD
LG