Tautan-tautan Akses

Uni Eropa akan Bantu Libya Kurangi Jumlah Pengungsi


Para migran yang melarikan diri dari kekerasan di Libya, terkatung-katung di Laut Tengah sebelum ditolong oleh sebuah LSM Spanyol (foto: dok).

Uni Eropa mengumumkan rencana untuk membantu Libya guna mengurangi jumlah migran yang meninggalkan negara itu, tetapi beberapa pengamat percaya rencana itu hanya akan menelantarkan migran Afrika dan Timur Tengah di wilayah perang.

Pada tanggal 3 Februari, Uni Eropa mengumumkan akan memberikan $212 juta untuk membantu pemerintah Libya yang didukung PBB untuk meningkatkan kemampuan penjaga pantai serta memberikan pelatihan dan peralatan untuk memblokir rute penyelundupan.

Juru bicara Presiden Dewan Eropa, Preben Aamann mengatakan, situasi migrasi saat ini tragis dan tidak dapat dipertahankan. Dia mengatakan, tahun lalu 181.000 orang berangkat dari Libya ke Italia dan sekitar 5.000 orang di antaranya tewas akibat tenggelam di Laut Tengah.

"Cara Ini sangat berbahaya, dan tidak bisa dipertahankan," kata Aamann.

"Jadi, tekad penuh kami, menutup rute itu atau setidaknya sangat mengurangi jumlah migran gelap yang menggunakan rute itu. Dalam hal sumber daya, kami siap untuk menjalankannya, dan ongkosnya cukup besar," imbuhnya.

Aamann mengatakan, Uni Eropa telah melatih sekitar 90 penjaga pantai Libya sebagai bagian dari Operasi Sophia, operasi angkatan laut bersama untuk menghentikan penyelundupan manusia. Rencana baru mencakup upaya untuk memblokir rute-rute penyelundupan.

Pelatihan selanjutnya bagi pasukan penjaga pantai diperkirakan berlangsung di Eropa dan Uni Eropa yang siap memberikan biaya lebih banyak dari Trust Fund untuk Afrika jika diperlukan. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG