Tautan-tautan Akses

15 Negara Eropa Minta Rute Balkan Tetap Ditutup bagi Migran


Para migran di kamp Idomeni, Yunani, dekat perbatasan Makedonia (foto: dok).

Menteri-menteri dalam negeri dan pertahanan dari 15 negara Eropa hari Rabu (8/2) sepakat untuk mengajukan langkah-langkah baru guna memastikan rute darat dari Yunani tetap ditutup bagi para pendatang yang mencari kehidupan baru di negara-negara Uni Eropa lain dan orang-orang yang hendak membawa masuk mereka secara ilegal.

Peningkatan pengawasan di sepanjang yang disebut rute Balkan Barat telah secara tajam membatasi masuknya migran sejak langkah-langkah keamanan ketat diterapkan di sepanjang jalan darat dari Yunani ke seluruh Uni Eropa hampir setahun lalu.

Namun, Menteri Dalam Negeri Austria Wolfgang Sobotka mengatakan, penyelundupan manusia di sepanjang rute Balkan Barat berlanjut. Langkah-langkah baru, yang akan disusun April nanti, menurutnya, antara lain untuk mencegah aktivitas tersebut.

Menteri Pertahanan Austria Hans Peter Doskozil mengatakan persiapan juga dibutuhkan seandainya kesepakatan Uni Eropa dengan Turki untuk membendung arus migran gagal karena ketegangan bilateral.

Pertemuan itu juga dihadiri menteri-menteri dari Republik Ceko, Kroasia, Hungaria, Polandia, Rumania, Slovakia, Slovenia, Albania, Macedonia, Bulgaria, Serbia, Bosnia-Herzegovina, Kosovo dan Yunani. Sebagian negara itu menjadi pintu masuk atau pengalihan ratusan ribu migran yang membanjiri Eropa sejak tahun 2015. Lainnya menentang pemukiman kembali para migran yang sudah berada di Uni Eropa di dalam wilayah mereka.

Austria berperan dalam mengoordinasikan penutupan rute Balkan Barat tahun lalu. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG