Tautan-tautan Akses

AS

Trump Jamin Imigran Muda Ilegal Tak akan Dideportasi selama 6 Bulan


Presiden Amerika Donald Trump menjamin tidak ada deportasi bagi para imigran muda ilegal peserta program DACA dalam 6 bulan.

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan kepada 800.000 imigran muda ilegal di Amerika Serikat bahwa mereka "tidak perlu khawatir" akan dideportasi selama enam bulan ke depan, sementara Kongres AS mengerjakan rencana untuk mengizinkan mereka tinggal di negara Amerika secara permanen.

Presiden Trump, dalam sebuah komentar Twitter pada hari Kamis (7/9), mengatakan bahwa bagi mereka yang "prihatin mengenai status mereka," mereka tidak perlu khawatir, karena "tidak ada tindakan" yang akan diambil untuk mengirim mereka kembali ke negara-negara asal mereka bertahun-tahun setelah orang tua mereka membawa mereka secara ilegal ke Amerika Serikat. Banyak imigran hanya mengenal Amerika Serikat sebagai negara asal mereka.

Anggota Kongres Nancy Pelosi, pemimpin golongan minoritas Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan bahwa dia telah meminta Trump untuk meyakinkan para imigran bahwa status mereka tidak akan berubah selama enam bulan ke depan.

Presiden Trump awal pekan ini membatalkan program Deferred Action For Childhood Arrivals atau DACA Presiden Barack Obama yang memungkinkan para imigran untuk belajar dan bekerja di Amerika Serikat serta bertugas dalam kemiliteran Amerika. Tetapi dia menunda pengakhiran program itu selama enam bulan, untuk memberi Kongres kesempatan untuk menyusun undang-undang imigrasi, termasuk perlindungan bagi imigran muda, yang sering disebut sebagai the Dreamers.

Tidak jelas apa yang akan terjadi pada imigran, kalau Kongres tidak bertindak dalam enam bulan ke depan, tetapi Presiden Trump mengatakan bahwa dia akan meninjau kembali keputusannya membatalkan program Obama jika anggota parlemen tidak bertindak untuk melindungi mereka.

Pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa dia yakin Kongres akan bertindak atas masalah ini.

"Kongres, saya benar-benar percaya, ingin mengurus situasi ini," kata Presiden Trump kepada wartawan. "Saya benar-benar percaya, bahkan anggota Kongres yang sangat konservatif sekalipun."

Presiden Trump mengatakan bahwa dia menginginkan undang-undang imigrasi yang mencakup perlindungan bagi para imigran yang tidak berdokumen dan "sesuatu di mana kita memiliki keamanan perbatasan yang baik." Tapi bentuk undang-undang imigrasi tidak pasti, dengan para pembuat undang-undang berulang kali gagal, dalam beberapa tahun terakhir untuk merombak kebijakan imigrasi negara ini.

Lima belas negara bagian dan ibu kota nasional, Washington, mengajukan tuntutan pada Rabu terhadap Pemerintahan Trump untuk menghentikan rencana mengakhiri program DACA.

Mereka berpendapat bahwa keputusan Trump tidak konstitusional karena akan menolak mereka yang terkena dampak proses hukum yang melanggar penghukuman sewenang-wenang.

Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman menyebut rencana Trump "kejam, picik dan tidak manusiawi." Dia menuduh presiden memperlihatkan prasangkanya terhadap orang-orang Meksiko dan Latin.

Sebagian besar imigran mempunyai dokumen yang dilindungi oleh rencana Obama, berasal dari Meksiko atau negara-negara Amerika Tengah. [sp]

XS
SM
MD
LG