Tautan-tautan Akses

AS

Trump Jalin Kembali Hubungan dengan Pendukungnya, Demokrat Tinjau Kekalahan Terbaru 


Presiden Amerika Donald Trump di Gedung Purih, 23 Juni 2017.

Lima bulan sejak dilantik sebagai presiden, dukungan masyarakat terhadap kinerja Donald Trump berkisar di angka mendekati 40 persen. Ini adalah angka yang rendah bagi seorang presiden untuk masa jabatan selama itu. Tetapi pendukung inti Trump kebanyakan masih setia kepadanya, dan banyak di antara mereka yang hadir dalam rapat umum akhir pekan lalu di Iowa. Berikut laporan wartawan VOA Jim Malone mengenai peruntungan presiden dan lawan-lawannya dari partai Demokrat.

Pertemuan politik di Iowa akhir pekan lalu bersama dengan para pendukung inti Donald Trump berlangsung seperti pada masa kampanyenya..

“Selalu menyenangkan bisa meninggalkan suasana yang mengganggu di Washington dan meluangkan waktu dengan orang-orang yang benar-benar bekerja keras. Kita menyebut mereka sebagai patriot Amerika. Orang-orang yang luar biasa.”

Trump sesumbar bahwa pemerintahannya telah mencapai apa yang ia sebut “kemajuan mengagumkan” dalam lima bulan pertama masa jabatannya. Ia juga memberi penghormatan kepada mereka yang setia bersamanya melewati bulan-bulan pertama masa kepresidenannya yang penuh guncangan.


“Kita telah melakukan perjalanan bersama seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain dalam sejarah negara ini. Kita membereskannya melalui akal sehat dan dengan hati yang baik. Kita menertibkan negara kita. Kita membereskan negara kita.”

Pertemuan yang dilakukan Trump berlangsung sehari setelah kemenangan Karen Handel dalam pemilihan khusus di Georgia memberi tambahan semangat kepada Presiden dan partai Republik secara umum.

Karen Handel, anggota Kongres terpilih dari Georgia itu mengatakan, “Dan terima kasih khusus kepada presiden Amerika.”

Kalangan Demokrat kecewa dengan kekalahan di Georgia, karena semula berharap gelombang anti-Trump yang kian meningkat akan menjadi momentum yang membawa kemenangan bagi mereka.
Akan tetapi mantan kandidat presiden dan Senator Bernie Sanders dari Vermont mengatakan Trump akan tetap menjadi fokus utama partai, sementara mereka memikirkan tentang pemilihan legislatif tahun depan.

Senator Sanders mengemukakan, “Sekarang ini di Gedung Putih, kita mungkin memiliki presiden terburuk dan paling berbahaya dalam sejarah negara kita..”

"Pemilihan khusus sejak Trump dilantik. Mungkin inilah saatnya untuk melakukan perenungan dalam-dalam," kata analis Andra Gillespie.

"Tetapi saya pikir ada ketidakjelasan yang lebih besar yang dimiliki Partai Demokrat. Partai ini sedang berupaya mencari jalan untuk mempersatukan pendukungnya yang berhaluan tengah dan progresif. Jadi saya memperkirakan akan ada sejumlah perbincangan yang sangat alot di dalam Partai Demokrat,” lanjutnya.

Sementara bagi presiden, tantangan yang dihadapinya adalah beralih dari investigasi mengenai keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu dan berfokus kembali pada agendanya, jelas John Fortier, dari Bipartisan Policy Center.

“Saya pikir sulit sekali bila ada berita yang terus menerus menghalangi kita untuk menghentikannya. Jadi, menemukan hal-hal lain yang perlu dibahas, mengganti staf, bersikap jujur mengenai hal-hal tertentu yang berdasarkan perspektif pemerintah jelas akan menunjukkan bahwa mereka benar, menurut saya itu adalah hal-hal yang mungkin membantu. Tetapi ini adalah masalah serius sekarang ini dan mereka harus menghadapinya hingga beberapa waktu lagi.”

Tantangan besar berikutnya bagi presiden adalah meloloskan legislasi perombakan layanan kesehatan di Senat, yang sekarang ini tampaknya menghadapi ketidakpastian. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG