Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump: Persahabatan Penyelidik Khusus Rusia-Mantan Direktur FBI ‘Sangat Mengganggu’


Presiden Donald Trump di Cedar Rapids, Iowa, 21 Juni 2017. (AP Photo/Charlie Neibergall)

Dalam wawancara tatap muka pertamanya di televisi dalam enam pekan, Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pertemanan antara Robert Mueller, orang yang memimpin penyelidikan mengenai kemungkinan kaitan kampanyenya dengan Rusia, dan mantan Direktur FBI James Comey, “sangat mengganggu”.

Trump menyampaikan dalam acara “Fox and Friends” di Fox News Channel bahwa penyelidik khusus Robert Mueller berteman sangat baik dengan Comey, dan menurutnya hal itu sangat mengganggu.

Wawancara yang dilakukan hari Kamis (22/6) di Gedung Putih dan ditayangkan Jumat pagi (23/6), berlangsung pada waktu Trump mempertimbangkan untuk mengurangi kegiatan brifing media menjadi sekali seminggu dan mewajibkan wartawan untuk menyerahkan pertanyaan tertulis sebelumnya.

Mueller diangkat sebagai penyelidik khusus oleh Departemen Kehakiman untuk memimpin penyelidikan setelah Trump memecat Comey, yang ketika itu sedang memimpin investigasi mengenai Rusia. Mueller dan beberapa komite di Kongres sedang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu tahun lalu yang bertujuan membantu Trump meraih kemenangan, dan apakah Trump menghalangi hukum.

Selama berbulan-bulan, presiden telah menolak penyelidikan mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika, dengan menyebutnya sebagai upaya mencari-cari kesalahan dan mengatakan penyelidikan itu merupakan alasan bagi partai Demokrat untuk menjelaskan tentang kekalahan calon mereka, Hillary Clinton.

Sehari setelah ia mengatakan tidak memiliki rekaman percakapan pribadi dengan Comey, Trump mengatakan kepada Fox bahwa ia selalu menyampaikan “cerita yang jujur.”

Presiden membantah klaim Comey, bahwa Trump meminta direktur FBI itu bersumpah setia dalam suatu pertemuan pribadi. Sewaktu pernyataan Comey itu dipublikasikan, Trump mengeluarkan cuitan di Twitter bahwa Comey lebih baik berharap tidak ada ‘rekaman’ pembicaraan mereka sebelum ia mulai membocorkannya kepada pers.

Trump juga menyatakan berharap pemimpin fraksi Demokrat di DPR Nancy Pelosi tetap mempertahankan posisi kepemimpinannya karena hal itu menguntungkan fraksi Republik.

“Saya berharap ia tidak mengundurkan diri,” ujarnya. “Kalau ia mengundurkan diri, ini akan menjadi hari yang sangat menyedihkan bagi fraksi Republik.”

Trump menyebut kemenangan partai Republik pekan ini dalam suatu pemilihan khusus di negara bagian Georgia. Iklan kampanye yang didanai partai Republik mengaitkan kandidat partai Demokrat Jon Ossoff dengan Pelosi, yang kerap dikritik partai Republik karena mewakili apa yang mereka anggap sebagai pandangan yang sangat liberal.

Pelosi telah menghadapi pertanyaan mengenai kepemimpinannya sejak Demokrat kalah dalam pemilu yang berlangsung sengit. [uh]

XS
SM
MD
LG