Tautan-tautan Akses

Trump dan Tim Keamanan akan Pertimbangkan Opsi Strategis mengenai Afghanistan


ARSIP – Menhan AS, James Mattis, ketiga dari kanan, berjalan bersama Sersan Mayor AD AS David Clark, kiri, dan Jenderal Christopher Haas, kedua dari kanan, saat tiba di markas besar Resolute Support di Kabul, Afghanistan, 24 April 2017 (foto: Jonathan Ernst/Pool Photo via AP)

Pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump di ambang pengambilan keputusan mengenai cara terbaik untuk mengakhiri perang 16 tahun di Afghanistan. Menjelang pertemuan hari Jumat dengan Trump, Menteri Pertahanan Jim Mattis tidak memberi petunjuk apapun mengenai strategi itu. Berbicara kepada wartawan hari Kamis di Washington, Mattis mengatakan, “Kami sudah dekat pada suatu keputusan dan saya mengantisipasinya dalam waktu dekat.” Trump akan bertemu dengan Wakil Presiden Mike Pence dan tim keamanan nasionalnya di tempat peristirahatan presiden di Camp David, Maryland. Beberapa opsi mencakup pengiriman ribuan tentara tambahan ke negara yang dicabik perang itu atau menarik mereka semua, membiarkan para kontraktor militer swasta membantu menangani situasi keamanan yang lemah di negara itu.

Setelah mendapat dukungan penuh bertahun-tahun dari Amerika dan negara-negara anggota NATO lainnya, militer Afghanistan masih bersusah payah menghadapi Taliban, yang belakangan ini mencapai kemajuan di Afghanistan dan kawasan perbatasan Pakistan. Para jenderal Amerika menyebut konflik itu menghadapi “kebuntuan.”

Trump memberi Mattis wewenang untuk menentukan jumlah tentara di Afghanistan. Namun hingga beberapa bulan kemudian, kekuatan pasukan sekutu tidak berubah. Sekitar 8.400 tentara Amerika dan sekitar 5.000 tentara NATO berada di Afghanistan, dengan tugas utama dalam bidang pelatihan dan sebagai penasihat. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG