Tautan-tautan Akses

AS

Trump Bertekad Tak akan Mengalah dalam Sengketa Tembok Perbatasan


Presiden AS Donald Trump di halaman selatan Gedung Putih.

Presiden Donald Trump menegaskan kembali bahwa dirinya tidak akan mengalah atas tuntutannya bagi sebuah dinding di sepanjang perbatasan Amerika – Meksiko.

Presiden Amerika Donald Trump hari Selasa (22/1) bertekad tidak akan mundur dari tekadnya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan Amerika-Meksiko, meskipun hal itu menyebabkan penghentian sebagian operasi pemerintah, yang hingga hari Rabu (23/1) memasuki hari ke 33.

“Tanpa Tembok Negara kita tidak akan pernah memiliki Perbatasan atau Keamanan Nasional,” cuit Trump di Twitter. “Dengan Tembok yang kuat atau Penghalang Baja, Angka Kejahatan (dan Narkoa) akan secara substansial turun di seluruh Amerika. Demokrat tahu ini tetapi ingin bermain politik. Harus diselesaikan dengan tepat. Tidak Menyerah!”

Sejumlah anggota faksi Republik di Senat memulai upaya untuk memulai kembali operasi pemerintah federal secara penuh dan menyetujui anggaran pembangunan tembok di perbatasan dengan imbalan yang diusulkan Presiden Trump sebelumnya, yaitu perlindungan selama tiga tahun bagi ratusan ribu imigran yang dikenal sebagai “Dreamers” agar tidak dideportasi ke negara mereka.

Pemungutan suara di Senat diperkirakan akan berlangsung hari Kamis (24/1), meskipun sejauh ini tidak ada indikasi adanya anggota faksi Demokrat yang beroposisi yang mendukung aturan itu agar dapat lolos.

Penghentian sebagian operasi pemerintah federal telah membuat lebih dari 800.000 PNS dirumahkan, termasuk 420.000 lainnya diharuskan tetap bekerja tanpa digaji. Mereka yang dirumahkan kini terpaksa bekerja paruh waktu di tempat lain untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Seluruh PNS ini diperkirakan akan kembali tidak menerima gaji mereka Jum’at ini (25/1).

Tetapi berbagai usulan untuk mengakhiri kebuntuan politik diantara Presiden Trump dan Partai Demokrat masih belum membuahkan hasil. Trump tetap bersikeraS menuntut anggaran 5,7 miliar dolar untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan Amerika-Meksiko yang mencapai 3.200 kilometer. Sementara Partai Demokrat menuntut untuk memulai operasi pemerintah federal secara penuh terlebih dahulu, baru kemudian merundingkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di perbatasan. Trump menolak tuntutan Partai Demokrat ini.

Sementara itu sejumlah layanan pemerintah telah dibatasi karena sekitar 10% agen keamanan di bandara yang dipanggil untuk kembali bekerja misalnya, telah mengajukan ijin sakit. Badan pemeriksa pangan telah mengurangi drastis operasinya, sementara museum dan taman-taman nasional ditutup. Pengadilan-pengadilan federal juga akan kehabisan anggaran pada Jum’at ini untuk melanjutkan operasi mereka.

Proposal yang diajukan faksi Republik di Senat mencakup anggaran bernilai 5,7 miliar dolar yang diminta Presiden Trump untuk memenuhi salah satu janji favoritnya pada masa kampanye pemilihan presiden tahun 2016. Meskipun ketika itu kerap sesumbar bahwa Meksiko yang akan membayar secara langsung pembangunan tembok di perbatasan itu, kini Trump meminta anggaran dari Kongres, yang menariknya dari uang pajak rakyat.

Faksi Republik menguasai 53 kursi di Senat, sementara 47 kursi lainnya dikuasai faksi Demokrat.Untuk meloloskan undang-undang dibutuhkan 60 suara, yang berarti faksi Republik membutuhkan sedikitnya 7 suara untuk meloloskan proposal yang diajukannya. Sejauh ini belum ada satu anggota faksi Demokrat pun yang menyetujuinya. (em)

XS
SM
MD
LG