Tautan-tautan Akses

Demokrat Tolak Tawaran Trump untuk Akhiri ‘Shutdown’


Senator AS Kirsten Gillibrand dalam acara "Late Show with Stephen Colbert" di New York, 15 Januari 2019. (Foto: Courtesy Scott Kowalchyk/CBS/Handout via REUTERS).

Sementara shutdown atau penutupan sebagian kegiatan pemerintah Amerika kini memasuki pekan kelima, partai Demokrat menolak tawaran Presiden Donald Trump mengenai perlindungan terbatas dan sementara bagi sebagian imigran ke Amerika, sebagai imbalan bagi miliaran dolar dana untuk membangun penghalang di sepanjang perbatasan Amerika-Meksiko. Wartawan VOA Michael Bowman melaporkan, perselisihan politik masih terus berlangsung dan ratusan ribu pegawai pemerintah kemungkinan besar kembali tidak mendapatkan gaji pekan ini.

Presiden Donald Trump telah bersikap mundur dari sekadar meminta dana bagi pembangunan tembok perbatasan. Sekarang ia menawarkan perpanjangan tiga tahun bagi program-program untuk pengungsi dan imigran yang dibawa secara ilegal ke Amerika sewaktu mereka masih anak-anak, yakni mereka yang dikenal sebagai Dreamers.

Presiden Trump mengatakan,“Apabila kita berhasil dalam upaya ini, maka kita akan memiliki peluang terbaik dalam jangka sangat panjang bagi reformasi imigrasi bipartisan yang nyata.”

Fraksi Demokrat menuntut perlindungan permanen bagi semua Dreamers, bukan hanya yang mendaftarkan diri dalam program pemerintahan Obama yang dikenal sebagai DACA yang melindungi mereka dari deportasi. Tokoh-tokoh kunci Demokrat menyatakan proposal Trump itu adalah suatu gagasan yang tidak berpeluang akan sukses.

Senator Demokrat Kirsten Gillibrand termasuk yang mengemukakan demikian. Dalam acara televisi ABC This Week, ia mengemukakan,“Kami menginginkan suatu jalur untuk mendapatkan kewarganegaraan bagi semua Dreamer. Ia hanya mengambil sebagian kecil saja dari itu, para penerima DACA, dan ia hanya memberi mereka izin tinggal sementara. Apabila ia benar-benar ingin membahas reformasi imigrasi yang komprehensif, bukalah kegiatan pemerintah dan kemudian duduk bersama dengan para pemimpin Demokrat untuk benar-benar membahas hal-hal yang perlu dilakukan.”

Tahun lalu, Trump bertindak untuk menghentikan program-program yang sekarang ini justru ia tawarkan untuk diperpanjang dan meminta fraksi Demokrat agar menyetujui ketentuan yang ia tetapkan. Senator Demokrat Chris Murphy mencuitkan sebuah perbandingan sebagai berikut, “Bayangkan apabila seseorang mengarahkan truknya ke rumah Anda dengan sengaja dan kemudian ia mengatakan kepada Anda ia akan memperbaiki lubangnya dengan biaya 5 miliar dolar. Apa yang akan Anda katakan?”

Bagi fraksi Republik, penolakan penuh fraksi Demokrat terhadap penghalang perbatasan baru membingungkan dan hipokrit, karena berbagai macam jenis penghalang telah didirikan pada masa pemerintahan Republik maupun Demokrat dalam beberapa dekade belakangan ini.

Senator Republik James Lankford dalam acara televisi ABC This Week mengemukakan, "Presiden Clinton membangun pagar, Presiden HW Bush membangun pagar, Presiden George W Bush membangun pangar. Presiden Obama juga membangun pagar. Ini sebelumnya bukan merupakan isu amoral. Presiden telah bersikap sangat jelas. Ia berbicara mengenai 234 mil (376,6 kilometer) pagar di perbatasan sepanjang 2.000 mil (3.200 kilometer). Ini hanya dibangun di daerah-daerah prioritas.”

Pada waktu Kongres kembali memulai masa sidang, Senat yang dipimpin fraksi Republik dan DPR yang didominasi fraksi Demokrat sama-sama diperkirakan mengajukan legislasi pendanaan yang tidak akan diloloskan begitu tiba di majelis lainnya. Dengan kebuntuan di Kongres dan Gedung Putih tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah, suatu kesepakatan untuk membuka kembali beberapa badan federal yang ditutup dan pembayaran gaji bagi para pegawai pemerintah tampaknya masih sulit dicapai. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG