Tautan-tautan Akses

Terapis Nebraska Gunakan Kelinci untuk Tenangkan Pasien


Seekor kelinci melompat di jalur balapan dalam latihan kompetisi lompat kelinci di Weissenbrunn vorm Wald, Jerman, Minggu, 3 September 2017 (foto: AP Photo/Jens Meyer)

Chelsea Lambert langsung melihat perbedaannya.

Lambert yang merupakan seorang ahli terapi kesehatan mental di Methodist Fremont Health, memberikan salah satu kelincinya kepada seorang pasien perempuan yang sedang gelisah.

“Ketika kami memberinya kelinci, ia langsung menjadi lega dan tenang - hanya dengan membiarkan kelinci itu bersandar di dadanya dan dia mengelusnya,” kata Lambert.

Kini, perempuan asal Arlington itu memiliki empat kelinci terapi bersertifikat, yang dibawanya ke terapi kelompok beberapa kali sebulan, Fremont Tribune melaporkan.

Dia juga bekerja dengan 17 fotografer, membawa kelinci-kelincinya ke pemotretan untuk foto Paskah. Dia juga membawa kelinci-kelinci itu ke pesta ulang tahun dan berencana untuk membawa beberapa ke panti jompo.

Dan perempuan itu – yang selama bertahun-tahun bekerja sebagai pengawas pertujukan kelinci di Washington County Fair – menjual kelinci kepada orang-orang yang ingin menjadikan kelinci sebagai hewan peliharaan atau kepada anggota 4-H (komunitas anak muda). Lambert mengatakan bahwa ia tidak akan menjualnya untuk dimakan.

Lambert memiliki kelemahan jika berhadapan dengan hewan kecil berbulu itu.

“Kebanyakan kelinci sangatlah manis,” katanya. “Sangat menyenangkan melihat mereka, karena mereka adalah hewan yang selalu penasaran. Setelah mereka mengenal anda dan mengerti bahwa anda bukanlah ancaman, mereka akan datang dan memberi anda ciuman atau pelukan.”

Kecintaan Lambert pada kelinci sudah ada sejak ia kecil. Dia tumbuh dengan kelinci dan ketika berusia enam tahun, ia mendapatkan kelinci pertamanya.

Dia dan ketiga saudaranya akan mengadakan pertujukan kelinci di 4-H dan setelah beberapa saat, ibu mereka Betty Johnson, menjadi pengawas pertunjukan kelinci di Washington County Fair.

Keluarga mereka tinggal di pedesaan Arlington.

“Saat saya bertumbuh dewasa, kami memiliki sekitar 30 sampai 80 kelinci dan kami memiliki gudang dengan dua kamar yang disebut Gudang Kelinci,” katanya.

Anak-anak tetangga kadang datang dan membantu mengurusi kelinci itu. Beberapa juga membeli kelinci untuk ditampilkan dalam 4-H.

Sekitar 10 tahun lalu, Lambert mulai mengambil alih pertunjukan kelinci di pameran itu, dengan bantuan ibunya.

Kini Lambert dan suaminya Ted, memiliki tiga orang anak yaitu Charlie (13), Zadyn (10) dan Zayla (6).

Mereka memelihara kelinci jenis Dwarf Hotot – kelinci putih kecil yang terlihat seperti memakai eyeliner.

Karena itu, kelinci mereka diberi nama L’Oreal, Maybelline dan Kat Von D.

“Kami mencoba untuk tetap memakai nama merk make up,” katanya.

Mereka juga memiliki kelinci jenis mini rex yang memiliki bulu lembut, dan kelinci jenis mini lop yang memiliki telinga menggantung.

Tahun lalu, Lambert mendapatkan telepon dari seorng fotografer yang bertanya apakah dia menyewakan kelinci-kelincinya untuk pemotretan Paskah. Jadi kini dia bekerja dengan 10 fotografer.

“Kami melakukan sesi pemotretan dengan anak-anak kecil, jadi tugas saya adalah mengatur gaya bagi kelinci dan mencoba membuat anak-anak tersenyum – yang tidaklah sulit ketika anda memiliki kelinci,” katanya.

Dia membawa sekitar enam kelinci ke sesi pemotretan sehingga ia bisa memberikan beberapa kelinci waktu istirahat ketika yang lainnya sedang dipotret.

Seseorang di salah satu sesi pemotretan bertanya apakah Lambert juga akan menyewakan kelincinya untuk pesta ulang tahun.

Di pesta itu, para kelinci akan mengenakan kostum kecil seperti kostum putri atau lobster. Anak-anak akan duduk di tempat bermain di luar ruangan dan memegang serta mengelus kelinci.

Lambert memiliki aturan terkait kelinci-kelincinya dan membawa setidaknya dua pembantu untuk membantu mengawasi kelinci di sebuah pesta. Dengan begitu, kelinci maupun anak-anak tidak ada yang terluka.

Dia menambahkan bahwa kelinci-kelincinya telah ditangani sejak mereka berusia tujuh atau delapan hari sehingga mereka terbiasa dengan anak-anak. Dan untuk pesta ulang tahun, ia tidak membawa kelinci yang berumur di bawah empat bulan.

Dia telah mengikuti tiga pesta ulang tahun sejauh ini dan percaya bahwa anak-anak bisa mendapatkan manfaat dari bermain bersama kelinci.

“Pengalaman itu mengajarkan bahwa tindakanmu mempengaruhi orang lain,” katanya. “Itu juga mengajarkanmu bagaimana menjadi baik. Saya mencoba mengajarkan bahwa setiap jenis kelinci itu berbeda.”

Lambert dapat mengajarkan bagaimana perbedaan temperamen dari keturunan kelinci yang berbeda. Misalnya, ada satu jenis yang mungkin lebih tenang dan ada jenis lain yang mungkin ingin dibiarkan sendiri.

“Anak-anak banyak bertanya,” kata Lambert. “Saya menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh anak-anak maupun orang tua.”

Baru-baru ini, Lambert membawa beberapa kelinci ke ruang kelas taman kanak-kanak di Arlington. Dia kemudian menyembunyikan kelinci itu di sudut ruang olahraga ketika akan pergi makan siang bersama putrinya.

Tetapi kemudian ada seorang anak perempuan yang memperhatikan kelinci-kelinci itu dan tak lama kemudian sekitar 50 siswa mengelilingi kelinci itu dan seorang dewasa bertanya tentang hewan-hewan itu.

“Saya membawa satu kelinci keluar dan saya langsung dikerumuni,” katanya soal pertemuan dadakan dengan kelinci-kelinci itu.

Pada saat pameran di bulan Juli, Lambert suka mendengar anak-anaknya sendiri membagikan pengetahuan mereka tentang kelinci.

“Saya akan melihat sekeliling dan mendapati putri tertua saya memegang kelinci sehingga anak-anak lain dapat mengelusnya,” kata Lambert.

Atau Lambert akan mendengar putrinya bercerita tentang kelinci dengan orang-orang, yang datang dari Omaha ke suatu konser di Arlington dan tidak pernah memegang kelinci.

“Sangat menyenangkan melihatnya begitu bersemangat jika berbicara soal kelinci,”.

Sebagai seorang terapis kesehatan mental, Lambert menggunakan kelinci untuk mengajarkan keterampilan mengatasi masalah dengan kepala dingin.

“Orang sering lupa untuk mengambil napas panjang atau mereka begitu sibuk dengan hal-hal yang ada di kepala mereka sehingga sering tidak berada dalam beberapa momen dalam kehidupan nyata mereka,” katanya. “Kelinci membawamu ke momen itu. Jadi, alih-alih mengkhawatirkan segalanya – karena kita hidup di dunia yang penuh tekanan - mereka membuatmu berada di momen saat ini dan secara berulang-ulang orang-orang akan mengelus dan mencurahkan perhatian sepenuhnya pada kelinci itu dan menenangkan mereka.”

Dan kelinci itu lucu.

“Kadang mereka duduk dengan kaki belakang mereka dan membersihkan wajah dengan kaki depan - dan itu sangatlah menggemaskan sehingga kamu hanya akan tersenyum,” kata Lambert.

Hari-hari ini, kehidupan berjalan sangat cepat untuk Lambert dan keluarganya.

“Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan kelinci,” katanya. “Orang-orang akan langsung merasa senang ketika melihat mereka.” [er/ww]

XS
SM
MD
LG