Tautan-tautan Akses

Serena Absen Lagi, Superstar Tenis Perempuan Baru Bermunculan


Serena Williams, dalam laga ekshibisi melawan Jelena Ostapenko dari Latvia, di final Kejuaraan Tenis Dunia Mubadala di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 30 Desember 2017.

Turnamen Australia Terbuka memunculkan pertanyaan besar mengenai siapa yang bisa mengisi kekosongan yang menganga di kompetisi tenis perempuan, setelah Serena Williams absen.

Tidak ada yang bisa menyamai prestasi Serena tahun lalu. Bukan saja dalam hal memenangi turnamen-turnamen terbesar secara konsisten, namun juga mengenai karisma.

Serena meninggalkan Melbourne setahun lalu dengan gelar grand slam ke-23. Namun dia harus menggantungkan raket untuk sepanjang 2017 setelah mengetahui dirinya sedang hamil 8 minggu saat memenangi Melbourne Terbuka.

Dia akan memperpanjang masa cutinya melewati turnamen ini, setelah minggu lalu dia memutuskan belum siap untuk berlaga. Kondisi ini tentunya memberi kesempatan bagi petenis lain untuk mencetak prestasi di pertandingan tenis perempuan.

Boris Becker, yang mengetahui seluk-beluk menjuarai turnamen grand slam dan daya tarik bintang tenis, meyakini dunia tenis perempuan papan atas pada saat ini sangat membingungkan.

“Saya rasa ada kesempatan untuk superstar berikutnya. Tidak terlalu jelas,” kata Boris kepada Reuters.

“(Simona) Halep ada di ranking satu saat ini, namun kita juga punya empat atau lima petenis perempuan lainnya. Masalahnya, tidak ada satu pun yang mendominasi. Tetapi ini tergantung kepada mereka.”

“Saya bisa menyebutkan 10 nama petenis yang bisa memenangi Australia Terbuka. Ini hal yang baik dan buruk. Saya pikir olah raga butuh persaingan yang kuat karena bagus untuk para penggemar. Tapi pertandingan tenis perempuan tidak memiliki hal itu saat ini.”

Sisa 2017 gelar turnamen utama terbagi di tiga bintang yang sedang naik daun, yaitu Jelena Ostapenko, remaja Latvia yang melesat merebut gelar Perancis Terbuka, juara Wimbledon Garbine Muguruza dan Sloane Stephens yang merebut mahkota AS Terbuka setelah pulih dari cedera.

Petenis Denmark Caroline Wozniacki membalikan servis ke arah petenis Latvia, Jelena Ostapenko, dalam perempat final turnamen Perancis Terbuka di stadion Roland Garros, di Paris, Perancis, 6 Juni 2017.
Petenis Denmark Caroline Wozniacki membalikan servis ke arah petenis Latvia, Jelena Ostapenko, dalam perempat final turnamen Perancis Terbuka di stadion Roland Garros, di Paris, Perancis, 6 Juni 2017.

Ranking dunia ada tiga nama yang melaju ke posisi atas tahun lalu. Petenis Spanyol Muguruza menumbangkan petenis Karolina Pliskova pada September, sebelum kemudian diambil alih oleh Halep, petenis asal Rumania, di akhir tahun.

Namun mungkin indikator paling penting mengenai siapa yang akan bersinar terang di 2018 terjadi di Oktober, ketika Caroline Wozniacki berjuang untuk mendapatkan gelar Final WTA perdana. Dia menunjukkan permainan tenis tanpa ampun yang mengindikasikan gelar pertama grand slam ada di depan mata.

Petenis Denmark menelan kekalahan di enam laga final berturut-turut, sebelum memenangi Pan Pacific Terbuka di Tokyo, sebulan sebelumnya. Dia meneruskan momentum itu ke Singapura, sebelum memulai musim pertandingan dengan penampilan solid di Auckland dan melesat ke ranking dua dunia.

Sementara Serena melewati laga grand slam keempat berturut-turut, Halep dan Pliskova akan bergabung dengan Wozniacki untuk berjuang membuat terobosan besar di Australia.

Halep kemungkinan paling tepat untuk mengklaim gelar grand slam pertama untuk pertandingan musim ini. Petenis Rumania ini memperkuat posisi nomor satunya dengan kemenangan di Shenzen Terbuka. [fw/au]

XS
SM
MD
LG