Tautan-tautan Akses

Sementara Pemerintah Mencoba Bertahan di Afghanistan, Menlu Tillerson Upayakan Diplomasi


Tentara AS di Kabul, Afghanistan, 15 Juli 2017.

Sementara pemerintahan Presiden Donald Trump mencari alasan untuk tetap menempatkan tentara Amerika di Afghanistan setelah 16 tahun berperang, pejabat-pejabat Amerika juga mempelajari opsi untuk menstabilkan konflik di wilayah itu, termasuk dialog yang akan melanjutkan proses perdamaian.

Penyerang bunuh diri tanpa henti melakukan kekerasan di Afghanistan, sementara Amerika terus mengkaji kebijakannya dalam perang terpanjang di negara tersebut.

Sebagai diplomat tertinggi Amerika, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson tidak menganjurkan opsi militer, tetapi memfasilitasi dialog antara Kabul dan Taliban.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Heather Nauert mengatakan, "Pada akhirnya, seperti dalam banyak situasi di banyak negara lain, opsi militer atau strategi militer kita belum tentu akan diterima negara-negara itu dan mewujudkan perdamaian. Ini juga demikian. Tetapi dalam jangka panjang, kita harus mengajak kedua pihak atau beberapa pihak berunding untuk menentukan masa depan mereka."

Ketika Presiden Trump ditanya apakah akan menambah tentara Amerika di Afghanistan, presiden menjawab, "Kita lihat saja nanti."

Sebagian analis memperingatkan bahayanya mementingkan keamanan daripada diplomasi, dengan mengatakan pemerintah Trump secara politik bisa menderita karena tidak mempunyai komitmen yang tegas mengenai pasukan di Afghanistan. Mereka menyatakan, Amerika seharusnya memiliki strategi menyeluruh, yang mengatasi masalah yang banyak dihadapi Afghanistan.

Analis Michael Kugelman pada Wilson Center mengatakan, "Menurut saya, kita benar-benar perlu memikirkan strategi diplomatik, dan secara khusus, cara terlibat dengan pemerintah Afghanistan yang sedang mengalami banyak masalah. Ada krisis besar."

Dalam wawancara baru-baru ini dengan VOA, mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai dengan tegas menentang kebijakan yang mengirim pesan untuk mengintensifkan perang. Ia mendukung strategi Amerika yang mengupayakan perdamaian, mengajak persatuan, dan mempertahankan hubungan baik dengan tetangga Afghanistan.

Menanggapi laporan bahwa luasnya endapan mineral Afghanistan mungkin mendorong Presiden Trump untuk tetap terlibat secara militer di negara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert menolak menyampaikan apa keputusan akhir yang akan diambil presiden. [ka/al]

XS
SM
MD
LG