Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 74 Migran Afrika Tewas di Lepas Pantai Libya


Para petugas Bulan Sabit Merah Libya menemukan jenazah para migran di lepas pantai Libya (foto: dok).

Bulan Sabit Merah Libya hari Selasa (21/2) mengatakan sedikitnya 74 mayat migran Afrika telah ditemukan di pantai utara Libya.

Juru bicara Bulan Sabit Merah Mohammed al-Misrati mengatakan perahu karet yang robek ditemukan Senin pagi dekat kota Zawiya di pantai Laut Tengah. Al-Misrati memperkirakan lebih banyak mayat akan ke permukaan air karena perahu seperti itu biasanya mengangkut sekitar 120 orang.

Al-Misrati mengatakan, mayat-mayat itu akan dikuburkan di sebuah makam di ibukota Tripoli yang disediakan bagi orang-orang tak dikenal.

Penjaga pantai Libya mengatakan lebih dari 500 migran diselamatkan di lepas pantai arah barat dari Zawiya hari Jumat dan Sabtu, sehingga meningkatkan rekor jumlah kematian migran di sepanjang rute penting penyelundupan manusia itu dalam selama beberapa bulan ini.

Fabrice Leggeri, Direktur Badan Perbatasan dan Penjaga Pantai Eropa, pekan lalu mengatakan telah terjadi 4579 kematian migran tahun lalu di sepanjang rute penyelundupan di Mediterania antara Libya dan Italia, peningkatan tajam dari 2869 kematian pada tahun 2015.

Pemeritahan yang saling bersaing di Libya dan banyak milisi di lapangan mengambil keuntungan dari perdagangan manusia. Kelompok-kelompok HAM telah mendokumentasikan kasus penyiksaan migran, pemerkosaan dan kerja paksa.

Libya telah menjadi negara yang sebagian besar tanpa hukum sejak pemberontakan 2011 yang memicu perang saudara yang menyebabkan terbunuhnya diktator Moammar Gaddafi. [lt]

XS
SM
MD
LG