Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump: Semua Opsi Terbuka Terkait Peluncuran Misil Korut


Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, 28 Agustus 2017. (AP Photo/Alex Brandon)

Korea Utara telah mengakui meluncurkan misil balistik melewati Jepang, dan mengatakan hal itu dilakukan untuk menandingi latihan militer gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat.

Rabu pagi (30/8) kantor berita resmi KCNA mengutip pemimpin Kim Jong-un mengatakan uji peluncuran misil balistik jarak sedang Hwasong-12 itu dilakukan seperti perang sesungguhnya dan merupakan langkah pertama Korea Utara untuk operasi di Pasifik dan “pendahuluan bermakna untuk membendung Guam.”

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan PM Jepang Shinzo Abe melalui pembicaraan telepon sepakat bahwa tekanan paling keras perlu diberlakukan agar Korea Utara terlibat dalam dialog untuk menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung.

"Presiden Moon mengatakan, meluncurkan misil balistik jarak sedang melewati Jepang bukan sekadar provokasi melainkan tindak kekerasan terhadap sebuah negara tetangga,” kata juru bicara presiden Korea Selatan, Park Soo-hyun.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada wartawan, Beijing sedang bekerjasama dengan anggota-anggota lain Dewan Keamanan PBB dan berharap usaha ini akan membantu menyelesaikan secara damai krisis nuklir.

Presiden Donald Trump, dalam pernyataan hari Selasa (29/8) mengatakan semua opsi terbuka setelah Korea Utara melakukan peluncuran misil terbarunya itu. Berbicara pada rapat darurat Dewan Keamanan PBB Selasa petang (29/8), Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley mengatakan Korea Utara melanggar setiap resolusi Dewan Keamanan PBB, dan dunia bersatu menentang tindakannya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG