Tautan-tautan Akses

Bursa Saham Asia Tumbang, Yen Menguat setelah Korea Utara Tembakan Misil


Seorang pria berjalan melewati papan elektronik yang menunjukkan angka perdagangan indeks saham Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di distrik bisnis di Tokyo, 29 Agustus 2017.

Kontrak berjangka indeks saham di Amerika Serikat dan bursa saham utama di Asia rontok hari Selasa (29/8) dipicu kekuatiran akan ketegangan baru antara Washington dan Pyongyang setelah Korea Utara menembakkan misil ke arah Jepang bagian utara, kantor berita Reuters melaporkan. Sementara itu, Yen menguat terhadap dolar Amerika ke level tertinggi selama empat bulan.

Indeks bursa saham Eropa diperkirakan akan turun dengan perkiraan penurunan saat pembukaan sesi perdagangan antara 0,5 dan 0,6 persen untuk Indeks saham Inggris FTSE, Indeks saham Perancis CAC dan Indeks saham Jerman DAX.

Indeks Nikkei 225 turun 0,9 persen ke level terendah dalam empat bulan, namun kemudian memperkecil penurunan menjadi 0,4 persen.

Indeks Kospi KS11 untuk bursa saham Korea Selatan turun sebanyak 1,6 persen dan ikut menyeret indeks Asia MSCI yang turun sebanyak 0,6 persen.

“Semua sektor terjungkal yang jelas menunjukkan disebabkan oleh risiko-risiko yang ditimbulkan oleh Korea Utara,” kata Cho Byung-hyun, analis saham pada perusahaan sekuritas di Yuanta Securities di Seoul.

Korea Utara menembakan misil pada Selasa dini hari yang melintasi Jepang dan kemudian mendarat di Pasifik sekitar 1.180 kilometer (735 mil) ke arah utara Hokkaido dalam peningkatan ketegangan di semenanjung Korea.

“Misilnya terbang melewati Jepang kali ini. Jadi implikasinya akan sedikit berbeda dari peluncuran-peluncuran sebelumnya,” kata Hirokazu Kabeya, kepala strategi global di perusahaan sekuritas Daiwa Securities.

Yen menguat 0,8 persen menjadi 108.33 yen per dolar, tertinggi sejak April meskipun lokasi Jepang sangat dekat dengan Korea Utara. Yen ditutup sebelumnya pada level 108,79 yen per dolar. [fw/au]

XS
SM
MD
LG