Tautan-tautan Akses

Pramuka Amerika Hadapi Kebangkrutan karena Pelecehan Seksual


Boy Scouts dan Cub Scouts memberi hormat pada bendera selama upacara di Los Angeles, 26 Mei 2018 (Foto: AP)

Di Amerika ada sekitar dua juta anak muda yang menjadi anggota Pramuka, mereka melakukan kegiatan di luar sekolah. Tapi kini perkumpulan nirlaba itu menghadapi kebangkrutan karena banyaknya kasus pelecehan seksual yang dihadapinya.

Organisasi Pramuka Amerika Serikat atau Boy Scouts of America didirikan tahun 1916 untuk mengajarkan semangat patriotik, keberanian dan kemandirian pada anak-anak.

Sejak itu lebih dari 130 juta anak Amerika telah ikut dalam berbagai kegiatan kepramukaan termasuk berkemah dan memberikan bantuan kepada orang-orang miskin dengan cara mengumpulkan dana.

Diantara nama-nama besar yang pernah menjadi Pramuka semasa mudanya adalah Presiden John F. Kennedy dan Presiden Gerald Ford, astronaut Neil Armstrong dan sutradara film terkenal Steven Spielberg. Namun Boy Scouts of America yang dulu beranggotakan lima juta orang, kini hanya punya anggota kurang dari separuh jumlah itu.

Sebuah patung berdiri di luar markas Boys Scouts of America di Irving, Texas, 12 Februari 2020. Boy Scouts of America telah mengajukan perlindungan kebangkrutan karena dihadapkan dengan rentetan tuntutan hukum baru pelecehan seksual. (Foto: AP)
Sebuah patung berdiri di luar markas Boys Scouts of America di Irving, Texas, 12 Februari 2020. Boy Scouts of America telah mengajukan perlindungan kebangkrutan karena dihadapkan dengan rentetan tuntutan hukum baru pelecehan seksual. (Foto: AP)

Untuk menambah jumlah keanggotaannya, Boys Scouts of America mengizinkan anak-anak dan pemuda yang terang-terangan homoseksual (gay) untuk menjadi anggota mulai tahun 2013. Dua tahun kemudian bahkan para pemimpin Pramuka yang gay pun diperbolehkan.

Tapi karena besar dan kompleksnya masalah hukum yang dihadapi perkumpulan itu, Boyscouts of America mengajukan permintaan perlindungan dari kebangkrutan kepada pengadilan. Dengan cara itu, organisasi berharap bisa terus beroperasi sambil menyelesaikan klaim-klaim hukum yang terus menumpuk.

Ribuan orang telah mengajukan tuduhan bahwa mereka pernah mengalami pelecehan seksual ketika menjadi Pramuka. Pengadilan Kebangkrutan di negara bagian Delaware yang mengurus kasus Boy Scouts of America itu diperkirakan akan membekukan semua tuntutan hukum yang sudah masuk. Pengadilan diperkirakan juga akan menetapkan batas waktu untuk mengajukan kasus-kasus baru.

Jim Turley, yang mengetuai organisasi kepanduan itu dalam surat terbukanya kepada para korban pelecehan mengatakan perkumpulan tidak akan mengingkari tanggungjawabnya dan akan memberikan ganti rugi.

Sementara itu, berbagai tekanan hukum terus meningkat, khususnya setelah beberapa negara bagian memberlakukan undang-undang yang untuk sementara waktu mengenyampingkan pemberlakuan statute of limitation atau undang-undang yang membatasi pengajuan kasus hukum sebelum kadaluwarsa. Ini membuka kemungkinan bagi para korban pelecehan seksual ketika masih kanak-kanak untuk mengajukan tuntutan ganti rugi.

Berbagai organisasi lain yang terimbas oleh tuduhan-tuduhan pelanggaran seksual yang tadinya berhasil dirahasiakan, kini juga minta perlindungan pengadilan. Organisasi-organisasi tersebut meminta agar tidak bangkrut karena harus membayar banyak ganti rugi. Ini termasuk sejumlah keuskupan gereja Katolik dan perkumpulan senam USA Gymnastics.

Robbie Pierce, mantan anggota Pramuka yang kini berusia 39 tahun mengatakan walaupun perkumpulan itu memberinya banyak pengalaman yang positif, ia kini percaya perkumpulan itu harus dibubarkan atau diubah secara radikal.

Ia mengatakan kepada harian New York Times, perkumpulan itu memungkinkan terjadinya praktek-praktek pedofilia.

Ia masih ingat dirinya ikut dalam kegiatan perkemahan di Camp Wolfeboro di Sierra Nevada ketika berusia 13 tahun pada tahun 1994. Saat itu ia dan beberapa anak lain diperiksa karena menunjukkan gejala sakit.

Sebuah foto memperlihatkan detail seragam Pramuka di markas Boy Scouts of America di Irving, Texas, 4 Februari 2013. (Foto: AP)
Sebuah foto memperlihatkan detail seragam Pramuka di markas Boy Scouts of America di Irving, Texas, 4 Februari 2013. (Foto: AP)

Seorang pemimpin Pramuka di kamp itu memeriksa tiap anak secara terpisah dan meraba-raba alat kelamin mereka dengan alasan ingin mengetahui apakah anak itu tidak menderita hernia.

Menurut Pierce ia dan kawan-kawannya tidak pernah membicarakan hal itu sampai bertahun-tahun kemudian.

Tahun lalu, sebuah kelompok yang bernama Abused in Scouting atau Dilecehkan ketika menjadi Pramuka, mulai memasang iklan di seluruh Amerika. Kelompok tersebut menganjurkan orang-orang yang pernah dilecehkan secara seksual sebagai Pramuka supaya mengajukan tuntutan hukum. Kira-kira 2.000 orang mendaftarkan diri dengan berbagai keluhan masing-masing, mulai dari yang berumur delapan tahun sampai orang tua yang berusia 93 tahun.[ii]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG