Tautan-tautan Akses

PM China Kunjungi Wuhan Sementara Angka Kematian Capai 81


PM China Li Keqiang (tengah, kanan) saat mengunjungi lokasi pembangunan rumah sakit baru yang sedang dibangun untuk merawat pasien yang terjangkit virus corona di Wuhan, provinsi Hubei, China , 27 Januari 2020.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan pada hari Senin untuk bertemu dengan para pejabat kesehatan dan memeriksa tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menewaskan 81 orang.

Wuhan adalah pusat wabah dan warga di kota itu dan beberapa kota lainnya menghadapi pembatasan ketat terhadap mobilitas mereka sementara pemerintah berusaha mencegah penyebaran virus itu.

Para pejabat mengambil langkah ekstra hari Minggu (16/1) untuk memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dengan ditambah tiga hari untuk mengurangi kemungkinan pertemuan-pertemuan kelompok.

Angka-angka terbaru yang dilaporkan oleh para pejabat kesehatan China termasuk lebih dari 2.700 kasus orang yang kini sakit karena virus itu.

Kasus virus Corona juga telah dilaporkan terjadi di Australia, Kanada, Prancis, Hong Kong, Jepang, Makao, Malaysia, Nepal, Portugal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sebagian besar kasus-kasus itu terkait dengan orang-orang yang memiliki sejarah perjalanan ke Wuhan, dan beberapa orang lainnya karena kontak dengan orang yang pernah pergi ke sana. Tidak ada kematian yang dilaporkan terkait dengan virus di luar China.

Para pejabat kesehatan federal Amerika mengatakan kini ada lima kasus virus korona yang dikukuhkan di Amerika, dan diperkirakan jumlahnya bisa bertambah. Nancy Messonnier , kepala kantor penyakit pernapasan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hari Minggu (26/1) mengatakan kelima korban itu memiliki kontak langsung dengan orang lain di Wuhan, kota di China dimana penyakit itu merebak pertama kali.

Dikatakan bahwa kelimanya dalam kondisi baik, dan diisolasi di rumah sakit sementara para dokter dan pejabat kesehatan berupaya mempelajari virus itu. CDC mengatakan kini pihaknya menyelidiki 100 kasus yang dicurigai terkait virus korona di 26 negara bagian. (lt/uh)

Recommended

XS
SM
MD
LG