Tautan-tautan Akses

Pesawat Jatuh di Oksibil, Hanya Satu Anak Selamat


Pesawat perintis yang jatuh di Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua, hari Sabtu (11/8).

Tim SAR hari Minggu (12/8) berhasil mengevakuasi seluruh penumpang pesawat perintis yang jatuh di Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua, hari Sabtu (11/8). Hanya satu anak yang selamat dalam kecelakaan itu.

Setelah berjalan kaki di medan yang curam dan udara yang sangat dingin selama lebih dari dua jam dari Kampung Okatem, Oksibil – lokasi terdekat dengan pesawat perintis yang jatuh hari Sabtu – menuju ke Gunung Menuk, tim SAR Minggu pagi berhasil menemukan pesawat yang naas itu dan para korban. Pesawat ditemukan dalam kondisi rusak berat dengan sayap kiri patah, diduga karena menabrak pohon. Sementara dari sembilan penumpang dan awak pesawat, hanya satu penumpang yang selamat, yaitu seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang diidentifikasi sebagai Jumaidi. Ia menderita cedera patah tulang di bahu kiri, paha kiri dan kanan, serta tulang belakang.

Selama Evakuasi Tim SAR Semangati Jumaidi Agar Bertahan

Dalam keterangan pers yang diterima VOA, Danramil Oksibil Kapten Infantri Aprin Paembonan yang memimpin operasi pencarian dan evakuasi itu segera memerintahkan tim SAR untuk memprioritaskan evakuasi korban selamat segera. "Saya menyadari bahwa kondisi korban yang masih anak-anak ini memerlukan penanganan medis segera. Selain itu korban perlu dievakuasi agar tidak terlalu lama melihat kondisi korban lainnya yang dapat menimbulkan trauma berkepanjangan," ujar Aprin.

Sepanjang perjalanan tim SAR tidak henti-henti menyemangati dan menghibur Jumaidi agar bertahan. Secara bergantian anggota-anggota tim SAR membawa tandu melewati medan yang menurun, curam dan licin dengan hati-hati. "Kondisi korban yang mengalami patah tulang tentu sangat riskan bila terlalu sering mendapat goncangan. Sehingga gerakan para pembawa tandu darurat ini harus sangat hati-hati," tambah Aprin.

Tim SAR – yang beranggotakan puluhan personil TNI-Polri, Basarnas, relawan dan warga masyarakat setempat – juga mengevakuasi delapan mayat korban ke RSUD Oksibil untuk diidentifikasi. Sementara kotak hitam dan GPS pesawat yang diamankan di lokasi, diserahkan ke personil Polres Oksibil, yang selanjutnya mengirimkannya ke ke Polres Pegunungan Bintang.

Dihubungi VOA, Kapendam Cenderawasih Papua Letkol Infantri M. Aidi mengutip pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit melalui telpon yang mengatakan "terlambat sedikit saja, hasilnya bisa berbeda." Ditambahkannya, "Kodam Cenderawasih memberikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras tim SAR gabungan dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban."

Tim SAR evakuasi delapan mayat korban kecelakaan pesawat dari Gunung Menuk ke RSUD Oksibil lewat jalan darat hari Minggu (12/8).
Tim SAR evakuasi delapan mayat korban kecelakaan pesawat dari Gunung Menuk ke RSUD Oksibil lewat jalan darat hari Minggu (12/8).

Penyebab Kecelakaan Masih Belum Diketahui

Pesawat perintis bermesin tunggal Pilatus PC-6 Porter buatan Swiss yang dioperasikan oleh Dimonin Air itu dilaporkan hilang hari Sabtu dalam penerbangan dari Tanah Merah di distrik Boven Digul ke Oksibil di distrik Pegunungan Bintang, yang berbatasan dengan Papua New Guinea. Pesawat hilang kontak hanya beberapa menit sebelum dijadwalkan tiba di bandara Oksibil jam 14.20 WIT.

Hingga laporan ini disampaikan belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat ini. Namun sejumlah media di Indonesia mengutip pernyataan Dandim 1702 Wamena Letkol Inf. Lukai Saidipun mengatakan diduga keras faktor cuaca buruk menjadi penyebab kecelakaan. "Nanti tentunya akan ada penyelidikan oleh KNKT," tegasnya.

Menurut rencana seluruh jenazah korban akan diserahkan kepada pihak keluarga pada hari Senin (13/8) setelah proses identifikasi selesai. [em]

XS
SM
MD
LG