Tautan-tautan Akses

Pemerintah Siap Dampingi Terdakwa Pembunuhan Kim Jong-nam

  • Fathiyah Wardah

Terdakwa pembunuh Kimg Jong-nam Doan Thi Huong (kiri), dan Siti Aisyah (kanan).

Pemerintah Indonesia melalui KBRI melalui KBRI Malaysia berkomitmen terus mendampingi dan membantu Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dalam sidang pengadilan awal Maret lalu, Siti Aisyah yang berusia 25 tahun dan rekannya Doan Thi Huong, warga Vietnam berusia 28 tahun, telah resmi menjadi terdakwa pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Laki-laki Korea Utara itu diduga tewas diracun oleh kedua perempuan tersebut saat sedang antri check-in di bandara udara internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada 14 Februari lalu. Siti Aisyah dan Doa Thi Huong sama-sama mengaku tidak bersalah. Mereka menyangka sedang mengikuti acara lucu-lucuan di televisi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan tim pengacara Siti Aisyah terus mempersiapkan diri menghadapi sidang lanjutan tanggal 13 April mendatang. Ditambahkannya, tim pengacara dan tim KBRI Kuala Lumpur telah lima kali bertemu Siti Aisyah.

Menurut Arrmanatha, pada 27-28 Maret lalu ada satu tim lain dari Jakarta yang juga menemui Siti Aisyah untuk membahas langkah-langkah pembelaan dalam persidangan. Ada beberapa nama baru yang dinilai bisa meringankan Siti Aisyah dalam proses peradilan, namun tidak merincinya lebih jauh.

"Yang penting di sini, dari hasil pertemuan tersebut juga diketahui nama-nama baru yang sedang didalami untuk dapat membantu pembelaan Siti Aisyah. Terkait kondisi Aisyah, yang bersangkutan saat ini dalam keadaan baik dan sehat," jelasnya.

Kasus pembunuhan Kim Jong-nam ini sempat memperburuk hubungan bilateral Malaysia dan Korea Utara. Pemerintah Korea Utara sempat menahan sembilan warga negara Malaysia di Korea Utara karena Malaysia menolak menyerahkan mayat Kim Jong-nam. Namun kesembilan warga Malaysia itu dibebaskan setelah Malaysia pekan lalu mengirim jenazah Kim Jong Nam ke Korea Utara.

Arrmanatha mengatakan sidang lanjutan pada 13 April mendatang akan menentukan apakah penuntut umum atau polisi memiliki cukup bukti untuk melanjutkan proses persidangan.

Banyak pihak menilai kasus pembunuhan Kim Jong-nam bermotif politik. Selain Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, polisi Malaysia juga telah membekuk pria Korea Utara, Ri Jong-chol, dan lelaki Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaluddin, yang disebut-sebut sebagai pacar Siti Aisyah.

Polisi masih memburu empat warga Korea Utara masih buron, yakni Ri Ji Hyon (33 tahun), Hong Song Hac (34), O Jong Gil (55), dan Ri Jae Nam (57). Keempatnya diduga sudah meninggalkan Malaysia tak lama setelah pembunuhan Kim Jong-nam dengan zat saraf VX itu. Kepolisian Malaysia mengatakan dua tersangka lainnya adalah diplomat senior di kantor kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur dan seorang staf maskapai penerbangan Korea Utara, Air Koryo.

Arrmanatha menambahkan sesuai permintaan Siti Aisyah pada pihak KBRI Kuala Lumpur, ia tidak ingin dijenguk dulu oleh keluarganya.

"Siti Aisyah meminta disampaikan pesan kepada keluarganya agar ibunya untuk konsentrasi terhadap upaya kesehatannya dan cukup Siti Aisyah meminta doa agar semua kasus ini berjalan dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Siti Aisyah merupakan korban penipuan. Kalla yakin Aisyah bukan agen mata-mata Korea Utara dan tidak sadar terlibat pembunuhan Kim Jong-Nam. Kalla juga menegaskan kasus ini tidak akan mempengaruhi hubungan politik dan keamanan Indonesia dan Korea Utara.

"Jadi Kim korban, Aisyah juga korban dari semacam rekayasa, penipuan. Kalau benar dia merupakan agen, saya kira sudah tidak ketahuan dimana rimbanya, kok dia malah di hotel, tidur bersembunyi di kota itu sendiri bukan dekat airport. Jadi artinya dia korban dari korban. Posisi Aisyah itu sebagai korban," ujarnya.

Dugaan soal Siti sebagai korban penipuan diyakini JK berdasarkan informasi yang diterimanya, termasuk dari sejumlah pemberitaan. Namun ia tidak merincinya lebih jauh. [fw/em]

XS
SM
MD
LG