Tautan-tautan Akses

Malaysia Izinkan Jenazah Kim Jong-nam Dikembalikan ke Korea Utara


Mobil van yang membawa jenzaah Kim Jong Nam keluar dari rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/7).

Pejabat Malaysia telah resmi mengizinkan jenazah saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk dikembalikan ke Korea Utara.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengatakan, jenazah Kim Jong Nam, korban pembunuhan bulan lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur, telah diserahkan kepada pejabat Korea Utara atas permintaan keluarganya Najib mengatakan setelah selesainya otopsi dan diterimanya surat dari keluarganya yang meminta jenazah itu dikembalikan ke Korea Utara, petugas koroner menyetujui hal itu.

Sembilan warga Malaysia yang ditahan di Korea Utara sejak pembunuhan itu, juga telah diperbolehkan kembali ke Malaysia.

Pembunuhan Kim Jong-nam dengan racun, yang dilakukan di tengah kerumunan orang di bandara Kuala Lumpur tanggal 13 Februari, menimbulkan spekulasi bahwa Korea Utara telah mengerahkan tim untuk membunuh Kim Jong-nam. Meskipun Kim Jong-nam bukan ancaman politik nyata terhadap adik tirinya, ia mungkin dianggap sebagai saingan potensial dalam pemerintahan diktator Korea Utara.

Malaysia tidak pernah menuduh langsung bahwa Korea Utara berada dibalik pembunuhan itu, tetapi banyak orang mengatakan bahwa racun yang digunakan, agen saraf VX, senjata kimia terlarang, menunjukkan bahwa pemerintah Korea Utara telah mengatur pembunuhan itu. Para pakar mengatakan hampir dapat dipastikan bahwa VX diproduksi di sebuah laboratorium senjata canggih, dan Korea Utara diduga luas memiliki Sejumlah besar senjata kimia.

Penyidikan yang dilakukan Malaysia membuat Korea Utara sangat marah. Pyongyang membantah berperan apapun dalam pembunuhan itu dan menuduh bahwa penyidikan bercacat serta bermotif politik. Korea Utara bahkan tidak mengakui bahwa korban adalah Kim Jong-nam, dan selalu menyebutnya sebagai Kim Chol, nama yang tertera pada paspor yang dibawa korban pada saat kematiannya. Tetapi Korea Utara terus menuntut agar jenazah korban diserahkan, dengan alasan bahwa korban adalah warga Korea Utara.

Sementara ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara saling menarik duta besarnya dan Korea Utara menahan sembilan warga Malaysia yang berada di Korea Utara. Malaysia membalas dengan melarang warga Korea Utara meninggalkan wilayah Malaysia, termasuk tiga tersangka yang mendekam di kedutaan besar Korea Utara.

Hari Kamis (30/3) kedua pihak tampaknya menekankan bahwa hubungan telah membaik.

“Kedua negara sepakat mencabut larangan bepergian terhadap warga satu sama lain dan menjamin keamanan dan keselamatan mereka,” kata pernyataan dalam kantor berita resmi Korea Utara KCNA.

Kedua negara tidak mengatakan apakah kesepakatan itu mencakup ketiga tersangka. Namun media Jepang merilis video yang menunjukkan dua dari ketiga tersangka, seorang pegawai kedutaan dan seorang pekerja maskapai penerbangan Air Koryo, di dalam pesawat, dan kargo yang diidentifikasi sebagai peti jenazah Kim Jong-nam. [ps/ds]

XS
SM
MD
LG