Tautan-tautan Akses

Pemerintah Indonesia akan Segera Lakukan Evakuasi WNI di Hubei


Staf medis (mengenakan pakaian pelindung) mengangkat seorang pasien yang diduga terinfeksi virus corona baru dari sebuah bangunan tempat tinggal di Wuhan, 30 Januari 2020.
Staf medis (mengenakan pakaian pelindung) mengangkat seorang pasien yang diduga terinfeksi virus corona baru dari sebuah bangunan tempat tinggal di Wuhan, 30 Januari 2020.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyatakan pemerintah segera mengevakuasi warga Indonesia yang berada di Provinsi Hubei yang diisolasi. Namun dia belum bisa memastikan waktunya. 

Pemerintah China menyatakan siap memfasilitasi pemulangan warga Indonesia dari wilayah terdampak virus corona di Provinsi Hubei. Evakuasi akan dilakukan dari tujuh titik di provinsi tersebut ke tempat penjemputan, yakni bandar udara di Wuhan.

Pemerintah Indonesia akan Segera Lakukan Evakuasi WNI di Hubei
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:00 0:00

Tim dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Beijing sudah berada di dekat wilayah terdampak untuk membantu proses evakuasi. KBRI Beijing telah meminta kepada para warga Indonesia di Hubei untuk menyiapkan dokumen perjalanan dan administratif lainnya.

Dalam proses pemulangan tersebut, Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan berbagai instansi terkait di dalam negeri, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Kesehatan, dan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: VOA/Fathiyah)
Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: VOA/Fathiyah)

Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada VOA menjelaskan pemerintah segera mengevakuasi warga Indonesia yang berada di Provinsi Hubei yang diisolasi. Namun dia belum bisa memastikan waktunya.

Dia mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan secara matang rencana evakuasi tersebut agar tidak ada yang luput dari perencanaan.

"Kita usahakan secepatnya. Kapan waktunya tidak bisa saya sampaikan karena tergantung dengan proses kesiapan di lapangan, administrasi, dan juga kesiapan di dalam negeri," tutur Faizasyah.

TNI Angkatan Udara menyatakan siap untuk mengevakuasi warga Indonesia dari Provinsi Hubei yang terdampak virus corona. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Fajar Adriyanto menyebutkan pihaknya menyiagakan tiga pesawat untuk memulangkan sekitar 250 warga Indonesia dari Hubei.

Fajar menambahkan setelah dievakuasi warga Indonesia itu nantinya akan dikarantina di Rumah Sakit Sulianto Saroso di Jakarta Utara selama 28 hari untuk memastikan apakah mereka terinfeksi virus corona atau tidak.

Dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Kamis (30/1), Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad menyatakan pihaknya siap membantu pemerintah untuk mengevakuasi warga Indonesia yang terjebak di pusat penyebaran virus corona 2019-NCoV di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

"Kami nyatakan bahwa MER-C siap untuk meberikan bantuan kepada pihak-pihak terkait, terutama kepada pihak pemerintah, untuk sama-sama kita pikirkan melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia yang ada di Wuhan," kata Sarbini.

Jumpa pers Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di kantornya di Jakarta, Kamis (30/1). Soal evakuai WNI di Hubei, China. (Foto: VOA/Fathiyah)
Jumpa pers Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di kantornya di Jakarta, Kamis (30/1). Soal evakuai WNI di Hubei, China. (Foto: VOA/Fathiyah)

Menurut Sarbini, langkah evakuasi tersebut perlu segera dilakukan untuk menenangkan masyarakat dan pihak keluarga di Indonesia. Selain itu, dengan evakuasi pemerintah dapat memberikan jaminan keselamatan warga Indonesia di sana.

Dia menambahkan saat ini MER-C tengah berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah, baik itu Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, maupun sejumlah instansi lainnya yang dapat berkontribusi pada proses evakuasi tersebut.

Untuk melakukan evakuasi, Sarbini mengaku MER-C telah menyiapkan tim sebanyak tiga orang yang cukup kompeten dalam hal penanganan virus dan memahami standar evakuasi. Meski virus corona terbilang ganas, MER-C tetap menyatakan kesiapan diri untuk ikut serta dalam proses evakuasi jika diizinkan oleh pemerintah.

Virus corona jenis 2019-NCoV muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Sampai hari ini, 170 orang meninggal dan 7.772 orang terinfeksi virus tersebut. Virus ini sudah menyebar ke sedikitnya 15 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Perancis, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Kamboja. [fw/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG