Tautan-tautan Akses

Pemenang Pemilu Italia: 2 Partai Populis dan Anti Uni Eropa


Warga antri untuk memberikan suara pada pemilu Itallia di Roma, Minggu (4/3). Hasil pemilu hari Minggu (4/3) itu merupakan kabar buruk bagi migran dari Afrika atau orang-orang yang berusaha masuk ke Eropa lewat Italia.

Pemenang besar dalam pemilihan umum di Italia adalah dua partai yang bersaing, yang keduanya menggunakan platform populis dan anti Uni Eropa. Kedua partai itu adalah Five Star Movement dan Partai Liga. Tapi tidak satupun mendapat cukup suara untuk memerintah tanpa koalisi.

Ini berarti akan terjadi perundingan sulit untuk membentuk pemerintah baru. Hasil pemilu hari Minggu (4/3) itu merupakan kabar buruk bagi migran dari Afrika atau orang-orang yang berusaha masuk ke Eropa lewat Italia. Kedua partai besar di Italia itu telah mendesak dihentikannya migrasi dan ditingkatkannya deportasi dari Italia.

Kepala berita sebuah suratkabar Italia menyebut hasil pemilu itu sebagai “Italia Kacau”, dan suratkabar lainnya menulis “Semuanya Akan Berubah”. Setelah TPS-TPS ditutup, tampak jelas tidak ada satu partaipun yang akan mendapat 40 persen kursi parlemen yang dibutuhkan untuk bisa membentuk pemerintahan baru.

Juga jelas bahwa partai Demokratik tengah-kiri yang berkuasa mendapat kekalahan besar dalam pemilu ini. Kata Maurizio Martina, seorang menteri kabinet, ini adalah kekalahan yang jelas dan nyata bagi kelompok kiri.

Kelompok partai tengah-kiri agaknya tidak berhasil meyakinkan pemilih tentang perlunya terus bergabung dengan Uni Eropa, guna memulihkan perekonomian, sementara liga anti-imigrasi dan anti Uni Eropa pimpinan Matteo Salvini mendapat kemenangan besar. Kata Claudio Borghi, penasihat ekonomi Liga, kemenangan besar ini mendorong partai Liga ke tingkat nasional, dan kelompok tengah-kanan akan dipimpin oleh Matteo Salvini.

Kemenangan partai Liga atas mitra koalisinya, partai Forza Italia pimpinan mantan perdana menteri Silvio Berlusconi, juga menunjukkan kekalahan dua kekuatan politik yang telah mendominasi dunia politik Italia selama puluhan tahun, Forza Italia dan Partai Demokrat Kiri.

Ketika hasil-hasil sementara terus masuk, tokoh ekstrem-kanan Perancis, Marine Le Pen bergembira, sementara Eropa, katanya, menghadapi mimpi buruk. Kata Le Pen dalam cuitannya, “kemajuan besar yang diperoleh Partai Liga pimpinan kawan kami Matteo Salvini menunjukkan tahapan baru dalam kebangkitan rakyat.”

Stave Bannon, bekas penasihat Gedung Putih yang membantu Donald Trump ke puncak karirnya dengan memanfaatkan isu-isu populis, menyebut hasil pemilu di Italia itu sebagai kemenangan “ide populis yang murni”. Kata Bannon lagi, koalisi kelompok Five Star Movement dan Liga, “adalah impian yang paling baik.”

Hasil pemilu yang mengakibatkan parlemen lumpuh, akan membuka jalan bagi ketidak-stabilan politik yang berkepanjangan. Parlemen Italia akan mengadakan sidang yang pertama tanggal 23 Maret, tapi Presiden Sergio Mattarella baru akan mengadakan perundingan resmi untuk membentuk pemerintahan koalisi permulaan April. [ii]

XS
SM
MD
LG