Tautan-tautan Akses

Sehari Jelang Pemilu, Koalisi yang Berkuasa di Italia Tuduh Saingan 'Ekstremis'


Dari kiri: Giorgia Meloni (Brother's of Italy's), Silvio Berlusconi (Forza Italia) dan Matteo Salvini (The League) menghadiri acara untuk media menjelang Pemilu 4 Maret 2018 di Roma, Italia, 1 Maret 2018. (Foto: dok).

Sehari sebelum TPS dibuka untuk pemilu Italia yang telah ditandai oleh pidato-pidato anti-migran dan dicemari oleh kekerasan, pemimpin Partai Demokrat yang berhaluan kiri-moderat yang juga mantan perdana menteri Matteo Renzi memperingatkan rakyat bahwa Italia berada di ambang kepemimpinan “ekstremis” dan “populis berbahaya” dan berisiko terjerumus ke dalam kehancuran ekonomi seperti Yunani.

Pemimpin Partai Demokrat Matteo Renzi berpidato pada kampanye hari terakhir menjelang Pemilu 4 Maret di Florence, Italia, 2 Maret 2018.
Pemimpin Partai Demokrat Matteo Renzi berpidato pada kampanye hari terakhir menjelang Pemilu 4 Maret di Florence, Italia, 2 Maret 2018.

Ia mengatakan pemilu hari Minggu adalah pilihan antara pihak yang menawarkan pertumbuhan dan pihak yang berisiko menyebabkan kekacauan ekonomi.

“Saya mengatakan kepada orang yang belum menentukan pilihan mereka bahwa pemilu ini jauh lebih penting daripada yang mereka duga; pemilu ini adalah pemisahan besar antara usaha mencapai pertumbuhan dan pesan ekstrimis,” kata Renzi.

Baca juga: Ketidakpastian Membayangi Pemilu Italia Bulan Depan

Para penentangnya adalah koalisi sayap kanan yang dipimpin oleh orang yang sudah tiga kali menjadi Perdana Menteri Silvio Berlusconi, yang mencakup Forza Italia dan Lega yang anti-migran dan skeptis mengenai Euro pimpinan Matteo Salvini. Mereka melakukan kecaman balasan. Mereka menyebut pidato Matteo Renzi tadi sebagai usaha putus-asa untuk mendapat dukungan rakyat bagi partai yang berkuasa yang sedang rubuh sementara mereka berkampanye. [gp]

XS
SM
MD
LG