Tautan-tautan Akses

MSF Akhiri Kegiatan di Rumah Sakit Afghanistan pasca Serangan Maut


Rumah sakit bersalin Dasht-e-Barchi di Kabul, Afghanistan pasca serangan maut di mana, sedikitnya 16 perempuan dan beberapa bayi tewas (foto: dok).

Organisasi kemanusiaan medis global telah menarik diri dari sebuah rumah sakit di Kabul, Afghanistan, sebulan setelah orang-orang bersenjata tak dikenal menyerang bangsal bersalin dan "secara sistematis" membunuh 16 perempuan.

"Doctors Without Borders", yang dikenal dengan akronim Perancis MSF, mengumumkan keputusannya Senin (15/6) dan mengatakan serangan 12 Mei yang “mengerikan” terhadap rumah sakit Dasht-e-Barchi di ibukota Afghanistan masih belum diketahui pelakunya dan tidak ada informasi tentang pelaku atau motif.

Seorang bidan yang bekerja untuk MSF, dua anak dan enam orang lainnya yang berada di sana pada saat serangan juga tewas. Pernyataan tersebut menjelaskan MSF telah menjalankan bangsal bersalin di rumah sakit itu sejak November 2014 dan memberikan perawatan bersalin dan kehamilan secara gratis.

MSF mengatakan misi kemanusiaan itu "sangat prihatin" serangan serupa yang menargetkan staf dan pasiennya bisa terulang kembali di masa depan. "Kami menyadari kehadiran kami di Dasht-e-Barchi berisiko," kata Thierry Allafort-Duverger, direktur umum MSF. "Tapi kami tidak bisa percaya bahwa seseorang akan mengambil keuntungan dari kerentanan perempuan yang akan melahirkan untuk memusnahkan mereka dan bayi mereka."

Lima dari perempuan yang dibunuh sedang dalam persalinan dan beberapa menit, atau hanya beberapa jam menjelang melahirkan, menurut MSF. Dalam pernyataan pasca-serangan sebelumnya, MSF telah menyerukan penyelidikan atas pembunuhan itu untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Pejabat Afghanistan ketika itu berjanji untuk menyelidiki serangan itu secara menyeluruh, tetapi sejak itu tidak membahas nasib penyelidikan tersebut. [my/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG