Tautan-tautan Akses

Merasa Diteror, Mahasiswa Papua di Jogja Minta Jaminan Keamanan


Mahasiswa Papua di Yogyakarta menggelar demo untuk menolak tindak kekerasan di Papua beberapa waktu lalu (foto: dok).
Mahasiswa Papua di Yogyakarta menggelar demo untuk menolak tindak kekerasan di Papua beberapa waktu lalu (foto: dok).

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah teror telah dilakukan pihak-pihak tertentu terhadap mahasiswa Papua, tak terkecuali di Yogyakarta. Mereka pun resah, dan meminta jaminan keamanan ke pemerintah setempat.

Dalam satu minggu terakhir, setidaknya telah terjadi lima kali tindakan teror yang dilakukan pihak tertentu kepada para mahasiswa Papua. Teror pertama ditujukan kepada sekelompok mahasiswa Papua yang sedang melakukan kegiatan di luar kota Yogyakarta. Dua orang datang menghardik mereka, dan menanyakan apakah para mahasiswa itu pro kemerdekaan Papua atau tidak.

Teror juga dilakukan kepada salah satu tokoh mahasiswa Papua di Yogyakarta, Sagrim Hammah. Seusai mengikuti misa di salah satu gereja, Sagrim Hammah didatangi dua orang laki-laki yang menginterogasinya dengan pertanyaan seputar gerakan pro kemerdekaan Papua. Berbagai teror itu, kata Sagrim Hammah kepada VOA, membuat sebagian mahasiswa Papua di Yogyakarta memutuskan pulang kampung. Beruntung pihaknya segera meminta perlindungan kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Mereka sangat terganggu dan sudah sebagian besar pulang ke Papua, untung karena kami secepatnya untuk bertemu dengan Sultan meminta jaminan keamanan, ketenangan dan kenyamanan mahasiswa Papua disini, sehingga yang berencana mau pulang itu mereka sudah ada perkembangan, karena sudah ada jaminan dari Pak Sultan,” ujar Sagrim Hammah.

Teror biasanya dilakukan oleh dua orang pria yang datang tiba-tiba ke sekelompok mahasiswa Papua, dan kemudian pergi setelah mengatakan beberapa hal. Teror paling kasar, menurut Sagrim Hammah, disampaikan seorang laki-laki yang mengatakan bahwa dia akan menyayat mahasiswa Papua seperti ayam, jika mereka menuntut kemerdekaan. Ditambahkan Sagrim Hammah, teror semacam ini juga terjadi di kota-kota lain.

Para mahasiswa Papua di Yogyakarta meminta jaminan keamanan kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Para mahasiswa Papua di Yogyakarta meminta jaminan keamanan kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sagrim Hammah menambahkan, “Di kota lain juga, bukan hanya di Yogya, di Bali ada sweeping ke asrama Papua, Makassar juga, Jakarta juga. Saya beritahu, coba tenangkan diri, ketemu dengan pemerintah setempat untuk meminta jaminan keamanan.”

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pertemuan dengan para mahasiswa Papua berpesan agar semua menghadapi cobaan ini dengan tabah. Sultan mengatakan pemerintah daerah berkewajiban untuk memberikan rasa aman kepada mahasiswa Papua di Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, “Temen-temen ini warga Jogja yang kebetulan berasal dari Papua, jadi mestinya pemerintah daerah punya kewajiban juga membuat siapapun yang tinggal di Jogja itu menikmati situasi kondusif. Perkara ada SMS, ada teror yang menimpa, ya dianggap saja itu proses dalam kehidupan sebagai suatu tantangan, dalam proses untuk menguatkan mental seseorang.”

Mahasiswa Papua di Yogyakarta akan segera mendirikan posko untuk terus memantau aksi-aksi teror yang ditujukan kepada mereka. Para mahasiswa meyakini, teror ini dilakukan secara sistematis, karena terjadi di berbagai tempat berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Meski begitu, mereka tidak berani berspekulasi siapa pelakunya.

XS
SM
MD
LG