Mantan Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri, Jumat (10/4), mengkritik rancangan program pemerintah untuk mengatasi krisis keuangan besar. Ia menilai rancangan itu seperti "rencana bunuh diri ekonomi".
Rancangan yang muncul pada pekan ini tersebut mencakup proposal untuk "kontribusi sementara yang luar biasa dari para deposan besar." Hal ini sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengatasi kerugian besar dalam sistem keuangan, di antara langkah-langkah sulit lainnya secara politis.
Komentar tersebut menyoroti ladang ranjau politik yang menghadang pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab ketika tengah berupaya mengatasi krisis korupsi dan pemborosan negara yang mengakar selama puluhan tahun. Pemerintah itu dibentuk dengan dukungan Hizbullah, kelompok Syiah yang didukung Iran, sekutu Syiah-nya, Amal, dan partai Presiden Michel Aoun, Gerakan Patriotik Bebas Kristen.
Ketua parlemen Nabih Berri, pemimpin Amal, juga sangat menentang pemotongan deposito bank, menyebutnya sakral. [ka/pp]